Advertisement
Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Solo di Menden Klaten Rp77,5 Miliar
Konstruksi Tol Jogja-Solo di wilayah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN — Tim pembebasan lahan pembangunan jalan tol Jogja-Solo kembali mencairkan uang ganti rugi (UGR). Kali ini, pencairan UGR dilakukan di Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Jumlah total lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Menden sekitar 76 bidang. Pemilik 71 bidang lahan menerima UGR yang dicairkan tim pembebasan lahan, Kamis (28/7/2022). Sementara, sekitar lima bidang lainnya merupakan tanah kas desa (TKD) yang hingga saat ini masih proses pembebasan lahan.
Advertisement
Kasi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, mengatakan sebanyak 71 bidang lahan itu merupakan tanah hak milik. Total UGR yang dicairkan di Menden pada Kamis sekitar Rp77,5 miliar.
“Semua berkas sudah komplet sehingga UGR bisa turun bareng kecuali tanah kas desa. Paling besar menerima Rp4 miliar dan paling kecil Rp2 juta,” kata Sulis, Kamis (28/7/2022).
Sulis menjelaskan hingga kini sebanyak 2.036 bidang lahan sudah dibebaskan dengan nilai UGR yang sudah dicairkan sekitar Rp1,84 triliun. Masih tersisa sekitar 50 persen dari total bidang lahan terdampak tol yang belum dibebaskan.
Total bidang lahan terdampak tol di Klaten mencapai 3.961 bidang. Lahan terdampak itu tersebar di 50 desa yang berada di 11 kecamatan.
Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.
Kepala Desa (Kades) Menden, Sriyanto, mengatakan seluruh pemilik bidang/lahan hak milik terdampak tol di Desa Menden sudah menerima UGR. Hanya ada satu warga yang tak bisa menghadiri proses pencairan lantaran masih di Arab Saudi dalam rangkaian menjalankan ibadah haji.
“Alhamdulillah hari ini semua sudah hadir. Tinggal satu nama karena baru naik haji. Sudah kami tanyakan dan nanti bisa diurus setelah pulang dari menjalankan ibadah haji,” kata Sriyanto.
Dia menjelaskan bidang lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di Menden mayoritas berupa sawah dan pekarangan. Hanya ada tiga bangunan rumah terdampak pembangunan tol.
“Sebelum ada pencairan ini, banyak yang ngarep-arep caire kapan,” kata Sriyanto.
Sriyanto mengatakan tak ada pemotongan UGR yang diterima warga pemilik bidang lahan. Mereka menerima utuh nilai UGR.
Sriyanto mengingatkan warga yang sudah menerima UGR agar proses pembagian di tingkat keluarga bisa dilakukan secara musyawarah dengan seluruh keluarga yang berhak. Selain itu, dia mengingatkan agar pajak bumi dan bangunan (PBB) bisa segera dibayarkan.
“Walau tanah sudah dibebaskan, harus diselesaikan dulu pembayaran PBB,” kata Sriyanto.
Camat Kebonarum, Mudzakir, juga mengingatkan agar pembagian UGR di tingkat keluarga bisa dilakukan dengan musyawarah.
“Jangan sampai persaudaraan pecah gara-gara menerima UGR,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua
- Satgas Ungkap 20 KKB Serang Pesawat Smart Air di Papua, Dua Kru Tewas
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, Minggu 15 Feb
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Bank Jateng Resmikan KCP RSUD Moewardi dan Donasi Ambulans
- BGN Cairkan Rp32,1 Triliun Dana MBG, Perputaran Uang Tembus Rp29 T
- DLH Luncurkan Gerakan Kulonprogo ASRI, Ini Tujuannya
- Yu Beruk Wafat, Duka Seni Tradisi Yogyakarta
- Bareskrim Polri Tahan Tersangka Kasus Pemalsuan Status Nikah di KTP
- Trump Ancam Iran, Kapal Induk AS ke Timur Tengah
- The Ground of Fire, Pameran Lutfi Yanuar di Bantul
Advertisement
Advertisement







