Komet Langka Muncul di 2026, Hanya Sekali Seumur Hidup
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Ilustrasi ibu dan anak remaja/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Gen anak, baik itu dari warna kulit, warna rambut, warna mata, golongan darah dan juga sifatnya, diwariskan dari orang tua. Tapi, tahukah Anda bahwa kecerdasan anak itu diwariskan dari sang ibu, bukan ayah?
Penelitian telah membuktikan bahwa kecerdasan, diwarisi dari pihak ibu. Ada banyak dukungan ilmiah untuk klaim ini.
Ini mungkin menjawab ungkapan bahwa ibu yang berpendidikan mampu mendidik seluruh keluarga.
Meskipun anak-anak mewarisi sifat yang sama (termasuk tingkat IQ mereka) dari kedua orang tuanya, sebuah studi genetik dilakukan yang menunjukkan bukti bahwa kecerdasan, khususnya, diwarisi dari ibu.
Studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Psychology Spot ini berawal dari survei sampel yang dilakukan pada tahun 1994, di mana hampir 12.686 orang, berusia antara 1-22 diwawancarai dan ditanyai tentang beberapa faktor termasuk ras, tingkat pendidikan, sosial -status ekonomi dan pertanyaan serupa ditanyakan kepada ibu dalam penelitian ini.
Baca juga: Ini Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan, Salah Satunya Cegah Keriput
Setelah dianalisis, terlihat bahwa gen kecerdasan itu terkait dengan kromosom X, yang merupakan kromosom utama wanita.
Faktanya, studi lain yang berkorelasi, terkait dengan studi berbasis 1994 menemukan bahwa wanita, karena mereka memiliki dua kali jumlah kromosom X, lebih mungkin untuk mewariskan gen kecerdasan kepada anak-anak mereka.
Faktanya, genetika dari sisi ibu menentukan seberapa cerdas atau pintarnya seorang anak, dan gen ayah membuat sedikit perbedaan dalam mengasah kecerdasan anak.
Ilmu pengetahuan juga mendukung bahwa kecerdasan adalah gen "terkondisi", yang biasanya bekerja ketika diturunkan dari ibu. Gen terkondisi dan gen kognitif lainnya ditundukkan dan dinonaktifkan ketika mereka berasal dari pihak ayah.
Para ahli juga mengatakan bahwa karena, di sebagian besar budaya, ibu berperan sebagai pengasuh utama, apa yang mereka lakukan dan asuh memengaruhi pembentukan otak anak-anak mereka selama tahap perkembangan kritis mereka.
Ibu mungkin memiliki peran yang lebih besar untuk membuat anak-anak mereka pintar, tetapi itu tidak berarti bahwa ayah tidak melakukan apa-apa.
Kecerdasan adalah konsep yang luas dan secara keseluruhan dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut sains, 40-60% dari kecerdasan yang kita peroleh jelas merupakan hal yang turun temurun, tetapi sisanya ditentukan oleh faktor lingkungan tertentu yang berperan, termasuk seberapa baik hubungan emosional Anda dengan orang tua Anda.
Tidak ada keraguan bahwa memiliki orang tua yang aktif dan terhubung membantu anak tumbuh secara emosional. Penelitian juga telah membuktikan bahwa memiliki ibu yang mampu secara emosional dan hadir secara signifikan meningkatkan tingkat kecerdasan pada anak-anak. Faktanya, memiliki orang tua yang aktif secara emosional mempengaruhi kecerdasan anak, kecerdasan kognitif, kepribadian dan pemikiran rasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat pertumbuhan AI di kawasan melalui roadmap nasional, penguatan talenta, dan infrastruktur digital.
Damkar Klaten mengevakuasi seekor kucing hutan dari kap mobil warga di Cawas. Satwa dilindungi itu akan diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
BGN mengungkap tunggakan Rp1,6 triliun dari anggaran 2025. Pembayaran dilakukan bertahap pada 2026 setelah proses review selesai.
Penerapan bensin E10 dinilai dapat mengurangi impor BBM, namun perlu peningkatan produksi bioetanol, kendaraan listrik, dan transportasi umum.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memastikan timnya menjalani persiapan normal jelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.