Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Ilustrasi perawat memeriksa gula darah pada anak yang memiliki penyakit diabetes/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA —International Labour Organization (ILO) dan World Health Organization (WHO) menyebut dunia kesehatan dan keperawatan jadi sektor pekerjaan yang paling tidak adil bagi perempuan.
Dalam laporan berjudul The gender pay gap in the health and care sector: a global analysis in the time of COVID-19, perempuan yang bekerja di sektor kesehatan dan keperawatan memperoleh upah 24 persen lebih sedikit dari rekan prianya. Angka tersebut merupakan kesenjangan upah yang paling besar berdasarkan gender di sektor ekonomi mana pun.
BACA JUGA: Sudah Selesai, Kapan Jembatan Kretek II di JJLS Bantul Bisa Dilewati Masyarakat?
“Sektor kesehatan dan keperawatan secara umum punya upah yang rendah, kesenjangan upah berdasarkan gendernya juga sangat besar, dan kondisi kerjanya sangat menuntut,” ucap Direktur Departemen Kondisi Kerja dan Kesetaraan ILO Manuela Tomei, dikutip dari situs resmi PBB, Kamis (14/7/2022).
Selain itu, ternyata seorang ibu yang bekerja di sektor kesehatan dan perawatan lebih menderita lagi. Kesenjangan upah meningkat secara signifikan pada masa reproduksi wanita dan bertahan sepanjang sisa masa kerjanya.
Meski dari usia, edukasi, dan waktu kerjanya sama, namun secara umum perempuan dibayar lebih murah daripada laki-laki. Oleh karena itu, Tomei mengatakan kesenjangan upah berdasarkan gender tak bisa dijelaskan hanya dari faktor pasar tenaga kerja.
Dia berharap temuannya dapat memicu dialog dan mempengaruhi kebijakan publik agar sektor kesehatan dan keperawatan lebih adil terhadap perempuan.
BACA JUGA: Proyek Kelok 18 JJLS Bantul-Gunungkidul Tersendat Tanah Tutupan, Ini Penjelasannya
Direktur Tenaga Kerja WHO Jim Campbell menambahkan, di beberapa negara upah sektor kesehatan dan keperawatan dapat lebih setara berkat tindakan politik. Oleh karena itu dia berharap pemerintah, pengusaha, dan pekerja itu sendiri dapat mengambil tindakan untuk mencapai kesetaraan upah.
"Perempuan merupakan mayoritas pekerja di sektor kesehatan dan keperawatan, namun di banyak negara bias sistemik mengakibatkan upah yang tak seimbang untuk mereka," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.