Advertisement

Butuh Penanganan Lebih, 10 ODGJ di Banyumas Dipindah ke RSJ Klaten

Jumali
Kamis, 14 Juli 2022 - 15:07 WIB
Jumali
Butuh Penanganan Lebih, 10 ODGJ di Banyumas Dipindah ke RSJ Klaten Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANYUMAS — Sebanyak 10 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tinggal di Rumah Singgah Rehabilitas Sosial Mitra Kurir Langit milik Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas diberangkatkan ke RSJD. Dr.RM.Soedjarwadi Klaten, Rabu (13/7/2022). ODGJ itu diberangkatkan ke Klaten agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan dan Rehabilitas Sosial Dinsospermades Kabupaten Banyumas, Budi Suharyanto menjelaskan pemberangkatan ODGJ tersebut ke Klaten tidak lepas dari adanya kebutuhan penanganan yang serius dan kapasitas yang kurang memenuhi dari RSUD Banyumas.

Oleh karena itu, Dinkes dan Dinsos setempat melakukan kerjasama RSJD. Dr. RM. Soedjarwadi Klaten pada Oktober tahun lalu untuk melakukan upaya pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

‘’Setelah 21 hari di RSJD, nantinya akan didaftarkan di panti rehabilitasi sosial dan berada di sana selama 1 tahun. Setelahnya akan dilakukan edukasi kepada keluarga pada sisi maksimal. Sehingga penanganan ini akan benar-benar tuntas’’ katanya dikutip dari laman resmi Pemkab Banyumas, Kamis (14/7/2022).

Direktur RSJD. Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Anisa Renang menjelaskan, nantinya ODGJ Banyumas akan ditindaklanjuti dengan rehabilitasi psiko dengan berbagai kegiatan psikoterapi lainnya untuk menyiapkan pasien terjun di masyarakat sesuai dengan talenta yang ia punyai.

‘’Selain dengan pengobatan akan dilakukan terapi kerja, terapi religi, terapi seni, olahraga ataupun aktivitas lainnya yang berkolaborasi dengan instalasi rehabilitasi psiko sosial,” katanya.

“Jadi tidak hanya ditangani oleh dokter spesialis kedokteran jiwa, perawat juga ada pekerja sosial serta berbagai disiplin ilmu, psikologi, gizi, sarjana seni, sarjana olahraga, rohaniawan’’ ungkapnya.

Selain itu akan ada juga penanganan pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa sebagai salah satu inovasi yang disebut dengan siterpa daya jiwa, dimana penanganan ODGJ ini berlanjut sampai ia pulang ke rumah, dan dipantau dengan home visit bekerjsasama dengan kader jiwa di puskesmas maupun di desa.

‘’Memantau kegiatan di rumah dan diupayakan kegiatan dia ini menghasilkan uang maupun karya, misalnya membatik, bercocok tanam yang ini nanti diitipkan pada RSJD. Dr.RM.Soedjarwadi Klaten untuk dijual secara online maupun kegiatan lelang hari jumat hasil karya rehabilitan. Jadi tergatnya memang menyehatkan jiwa masyarakat seluruh jawa tengah,'’ ucapnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Gunakan Airbus, Maskapai Bertarif Rendah TransNusa Buka Rute ke YIA

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 16:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement