Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO--Ada-ada saja ulah sejumlah warga yang menghadiri hajatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Gara-gara cekcok saat berjoget, seorang pemuda asal Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo berinsial FH, 22, dikeroyok oleh sekelompok pemuda di Kampung Sayemrejo, Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Minggu (19/6/2022) sekitar pukul 00.30 WIB. Ketiga pelaku masing-masing EP, BP, dan GMA ditangkap di rumahnya masing-masing oleh aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan harianjogja.com, Kamis (23/6/2022), kejadian bermula saat para pelaku menikmati hiburan campursari sembari berjoget di lokasi hajatan warga setempat pada Sabtu (18/6/2022) malam. Mereka juga menenggak minuman keras (miras) di lokasi hiburan campursari.
BACA JUGA: Penerbangan Longgar, Penerbitan Paspor di Jogja Naik 157%
Sementara korban juga berada di lokasi hiburan campursari. Kala itu, korban bersitegang dengan rombongan pelaku di lokasi kejadian.
“Korban adu mulut dengan teman para pelaku. Awalnya korban melakukan pemukulan terhadap teman pelaku. Lantaran tak terima, para pelaku membalas dengan memukul korban dengan tangan kosong,” kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Teguh Prasetyo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres Sukoharjo, Kamis.
Menurut Kasatreskrim, korban kali pertama dipukul menggunakan tangan kosong oleh NN. Sementara para pelaku lainnya melakukan hal serupa juga dengan tangan kosong.
Tim Resmob Satreskrim Polres Sukoharjo melalukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pengeroyokan tersebut. Ketiga pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing pada Selasa (21/6/2022). “Untuk pelaku NN masih buron. Kami masih memburu keberadaan NN yang memukul korban kali pertama di lokasi kejadian,” ujar dia.
Polisi menyita barang bukti berupa jaket warna hitam, celana pendek warna hitam, dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih. Ketiga pelaku dijerat Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun dan dua tahun.
Sementara seorang tersangka Eko Prasetyo, mengaku kesal terhadap korban yang membuat onar di kampungnya. Korban membikin keributan di lokasi hiburan campursari. “Saya tidak terima, ada orang luar yang bikin onar di kampung. Saya pukul dengan tangan kosong mengenai pipi kiri korban,” kata dia.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com berjudul "Ribut di Acara Hajatan Warga, 3 Pemuda Sukoharjo Dibekuk Polisi"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Feri Yudoyono menyumbang perunggu balap sepeda untuk Indonesia di Asian Games 2026. Kontingen Merah Putih kini mengoleksi 22 medali.
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Sebanyak 14 desa di 11 kecamatan Temanggung akan menggelar Pilkades pada 18 Oktober 2026. Persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.