Banjir Bandang Nepal-Tibet, Kemlu Pantau 45 WNI
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Ilustrasi Presiden Joko Widodo hari ini (17/6/2022) menemuli alumni kartu Prakerja di Sentul, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku bangga terhadap besarnya manfaat program Kartu Prakerja, yaitu pelatihan plus insentif yang diluncurkan tepat saat pandemi Covid-19 merebak.
"Menyiapkan sebuah program tetapi suasananya adalah PSBB dan PPKM, bayangkan, tetapi yang saya sangat apresiasi yang daftar itu sampai saat ini sudah 115 juta, yang terverifikasi 84 juta," katanya saat menemui alumni penerima program Kartu Prakerja di Sentul International Convention Center pada Jumat (17/6/2022).
Jokowi melanjutkan, selama 2 tahun berjalan, program Prakerja yang telah dibuka 32 gelombang sudah diterima sebanyak 12,8 juta angkatan kerja. Bahkan, dengan adanya program tersebut dinilainya produktivitas dan keterampilan masyarakat turut meningkat.
“Produktivitas meningkat, skill meningkat, pengalaman kerja karena pelatihan meningkat ada 12,8 juta,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut tidak mungkin terealiasasi apabila tidak menggunakan platform digital. Kerja sama dengan platform digital diyakini membuat program Kartu Prakerja ini menjadi mungkin untuk berjalan.
BACA JUGA: Sopir Belum Mahir, Avanza Jebol Tembok Rumah di Bambanglipuro Bantul
Kendati demikian, Jokowi mengaku malu terkait dengan gaji dari pelaksana program Kartu Prakerja.
Sebelumnya, dia memuji manajemen pelaksana program (Project Management Officer/PMO) Kartu Prakerja yang sudah berjalan selama 2 tahun lebih, salah satunya adalah Direktur Operasi dan Teknologi PMO Kartu Prakerja Hengki Sihombing.
"Pak Hengki ini, kalau kerja di korporasi gajinya sudah Rp100 juta Akan tetapi, Hengki mau kerja di PMO yang gajinya lebih kecil. Saya malu menyebutkan, karena yang gaji pemerintah, mungkin sepertiga atau seperempatnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Pemkot Jogja mengembangkan Bang Kosim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan mengoptimalkan layanan desain serta manufaktur kreatif.
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
Forum LSP Politeknik Indonesia kembali menggelar Pertemuan Tahunan Ke-6 di Yogyakarta pada 3–6 September 2026.
Sultan berharap Kelok 23 tak hanya menjadi jalur alternatif, tetapi juga membuat wisatawan memperpanjang lama tinggal di DIY.
KPK menyita uang tunai rupiah dan valas senilai ratusan miliar dalam sekitar 20 koper terkait OTT dugaan korupsi HGB di ATR/BPN.