Advertisement

Waspada! Tanda-Tanda Infeksi Cacar Monyet yang Mesti Diperhatikan

Intan Riskina Ichsan
Selasa, 07 Juni 2022 - 14:37 WIB
Bhekti Suryani
Waspada! Tanda-Tanda Infeksi Cacar Monyet yang Mesti Diperhatikan Ilustrasi tangan seseorang terinfeksi virus cacar monyet atau Monkeypox - BBC

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Kasus cacar monyet muncul di seluruh dunia, yang meningkatkan kekhawatiran munculnya pandemi baru.

Para peneliti menyebutkan kasus saat ini sedikit berbeda dari yang dilaporkan secara historis.

Dilansir dari Express UK, perbedaan utama dalam wabah saat ini adalah ruam muncul di area genital dan anus, bukan di wajah atau badan. Dari alat kelamin, bisa berpindah ke lengan dan telapak tangan, dan terkadang wajah, termasuk mulut.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Awalnya terlihat seperti bisul atau infeksi staph, kemudian terlihat seperti herpes atau borok sifilis. Selanjutnya, bahkan menyerupai cacar air.

Seperti namanya, penyakit ini biasanya muncul dengan tanda ruam eksternal yang dikenal sebagai "cacar". Tetapi ruam bukanlah tanda pertama yang dialami kebanyakan orang sejak awal infeksi mereka.

Cacar monyet biasanya dimulai dengan gejala yang lebih mirip dengan virus di udara seperti Covid, termasuk:

- Suhu tinggi (28C+)

- Sakit kepala

- Nyeri otot

Advertisement

- Sakit punggung

- Kelenjar bengkak

- Menggigil dan kedinginan

Advertisement

-  Kelelahan

Cacar monyet biasanya tidak memerlukan pengobatan, biasanya penderita diisolasi selama penyembuhan. Penyakit ini menyebar melalui cairan tubuh, termasuk cairan dari cacar yang pecah, darah dan lendir.

Infeksi ringan akan mereda setelah beberapa minggu tanpa pengobatan, tetapi kasus yang parah memerlukan intervensi. Cacar monyet bisa memicu lesi dan menyebabkan sebagian besar kulit rontok.

Gejala tergantung pada beberapa faktor termasuk usia, komorbiditas dan kondisi mendasar lainnya. Selain vaksin, sekitar 85 persen infeksi tidak ada pengobatan untuk cacar monyet.

Advertisement

Sebagian besar kasus disebabkan oleh kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi, atau menghirup tetesan pernapasan dari orang yang terinfeksi. Status vaksinasi sebelumnya, status kesehatan, penyakit yang mendasari, dan komorbiditas semuanya dapat memengaruhi pencegahan gejala.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Profil Samekto Wibowo, Guru Besar UGM yang Meninggal Setelah Terseret Ombak di Gunungkidul

Gunungkidul
| Minggu, 25 September 2022, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement