Advertisement
Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Cacar Monyet atau Monkeyprox
Cacar monyet atau monkeypox disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hewan ke manusia atau zoonosis. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Wabah cacar monyet dikabarkan merebak di beberapa negara Eropa. Jika sebelumnya penyakit ini kerap terjadi di Afrika barat dan tengah, kini kasus Cacar Monyet atau Monkeypox ini dilaporkan telah terjadi di Inggris, Portugal, hingga Spanyol.
Cacar monyet biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini dibarengi dengan gejala yang berlangsung selama 2 hingga 4 minggu. Kendati demikian, dalam beberapa waktu terakhir, rasio kasus kematian akibat penyakit ini telah menembus angka sekitar 3-6 persen.
Advertisement
Monkeypox atau cacar monyet ditularkan ke manusia melalui kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.
Sementara penularan virus cacar monyet antar manusia ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.
Gejala Cacar Monyet Monkeypox
Cacar monyet biasanya muncul secara klinis dengan demam, ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis lainnya.
Masa inkubasi atau interval dari infeksi hingga timbulnya gejala cacar monyet juga biasanya terjadi mulai dari 6 hingga 13 hari.
Adapun gejala infeksi dapat dibagi menjadi dua periode, diantaranya:
1. Periode invasi, biasanya berlangsung dalam – hingga 5 hari yang ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, nyeri punggung, mialgia (nyeri otot), asthenia yang hebat (kekurangan energi) dan limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening).
Limfadenopati adalah ciri khas cacar monyet yang awalnya mungkin tampak serupa (cacar air, campak, cacar)
2. Periode erupsi kulit, biasanya dimulai dalam 1-3 hari setelah munculnya demam. Umumnya, ruam pada cacar monyet cenderung lebih terkonsentrasi di bagian wajah dan badan.
Dikutip dari WHO, penyakit ini mempengaruhi wajah di sekitar 95% kasus, dan telapak tangan dan telapak kaki dalam 75 persen kasus.
Tak hanya pada kulit, gejala cacar monyet juga dapat terjadi di bagian selaput lendir mulut yang ditemukan di 70 persen kasus, alat kelamin 30 persen kasus, dan konjungtiva 20 persen kasus.
Cara Mencegah Monkeypox
Meningkatkan kesadaran akan faktor risiko dan mendidik masyarakat tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk mengurangi paparan virus adalah strategi pencegahan utama cacar monyet.
Berdasarkan penelitian observasional, vaksinasi terhadap cacar dapat secara efektif mencegah penyakit ini hingga 85 persen efektif. Jadi, vaksinasi cacar sebelumnya dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan.
Selain itu, mengingat penyakit ini ditularkan melalui melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh hingga pernapasan, penerapan protokol kesehatan secara disiplin dapat menjadi salah satu tindakan preventif terbaik untuk melindungi tubuh dari wabah yang disebabkan oleh virus dalam genus Orthopoxvirus dari keluarga Poxviridae ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Advertisement
DPUPKP Bantul Alokasikan Rp65 Miliar untuk Jalan dan Jembatan 2026
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- JJLS Gunungkidul Mulai Dilirik Investor, Cold Storage Proyek Perdana
- Kasus Lula Lahfah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
- Jadwal Bus KSPN Sinar Jaya dari Jogja ke Parangtritis dan Baron
- Top Ten News Harianjogja.com, Sabtu 24 Januari 2026
- DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang PP, Lewati Borobudur hingga Kota Lama
- Status Pekerjaan Fiktif Viral, Dukcapil Bantul Tegaskan Sistem Aman
- Gunungkidul Kembangkan Lele Koperasi untuk Makan Bergizi Gratis
Advertisement
Advertisement



