Bantuan Pangan Disalurkan Agustus, Tiap Keluarga Dapat 30 Kg
Bapanas menyiapkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat yang akan disalurkan mulai Agustus 2026.
Pengunjung Tlatar terlihat mencuci baju di sungai kawasan Umbul Tlatar pada Selasa (3/5/2022). -Ni'matul Faizah/Solopos.com
Harianjogja.com, BOYOLALI–Kawasan wisata air di Tlatar, Boyolali, Jawa Tengah terpantau masih lengang pada Lebaran hari kedua atau Selasa (3/5/2022). Bahkan, pengunjung di kawasan wisata air tersebut didominasi oleh warga lokal yang hendak mencuci pakaian atau umbah-umbah.
Mereka biasanya membawa baju dalam karung goni, karpet, dan tikar dalam jumlah yang banyak. Ada yang datang dengan sepeda motor, mobil pribadi, maupun beramai-ramai dengan mobil bak terbuka. Mereka kemudian menurunkan barang bawaan dan berjejer mengular memenuhi sungai yang terbentang di Tlatar.
Salah satu orang yang mencuci baju di sana adalah pemudik dari Karawang, Jawa Barat bernama Solikin. Lelaki 40 tahun tersebut mudik ke daerah Bulusari, Ampel, Boyolali, di momen Lebaran 2022.
“Dekat tempat saya dengan Tlatar, jadi ini cuci baju sambil wisata air bersama anak dan istri,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di area cuci baju.
Ia mengatakan anak-anak bisa bermain air di sungai kemudian ia dan istrinya mencuci baju. Ia juga mengatakan baju yang ia cuci adalah baju kotor selama tiga hari sehingga mencari tempat mencuci baju yang banyak air.
Lebih lanjut, ia mengaku baru pulang ke Boyolali setelah dua tahun lamanya tidak mudik. Ia mengatakan merasa gembira karena bisa kembali ke kampung halaman dan berwisata sambil mencuci baju di Tlatar.
Pengunjung lain asli Kebonbimo, Boyolali, yang ikut suami di Sukoharjo, Winarsih, 38, mengaku baru mudik pada Lebaran kedua ini dan langsung mencuci baju di Tlatar.
“Ini saya ke sini bersama kakak-kakak saya dari Jakarta, dua tahun enggak mudik. Jadi mencuci baju sambil anak-anak bisa keceh,” kata dia.
Ia mengaku ia bersama kakak-kakaknya mencuci baju 18 orang sehingga harus mencuci baju di Tlatar.
Sementara itu, koordinator teknis Umbul Tlatar Boyolali, Sarjuni, mengatakan pada hari kedua Lebaran memang Umbul Tlatar masih lengang. “Diprediksi besok atau Lebaran ketiga baru mulai ramai. Hari ini baru dipenuhi warga-warga lokal yang umbah-umbah,” kata dia.
Artikel ini sudah tayang di Solopos.com dengan judul "Sepi, Wisata Air Tlatar Boyolali Malah Dipakai Warga Cuci Baju" selengkapnya di sini: https://www.solopos.com/sepi-wisata-air-tlatar-boyolali-malah-dipakai-warga-cuci-baju-1309818?utm_source=terkini_desktop.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Bapanas menyiapkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat yang akan disalurkan mulai Agustus 2026.
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.
Haier akan meluncurkan produk rumah pintar berbasis AI di Indonesia secara bertahap untuk memperkuat pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Kemenhut mendorong hilirisasi 10 komoditas perhutanan sosial melalui pembentukan klaster untuk memperkuat pasar hingga ekspor.
Sleman mengusulkan 87 formasi CPNS kesehatan ke KemenPAN-RB dan menyiapkan rekrutmen 92 pegawai BLUD untuk memenuhi kebutuhan layanan.