Harga Emas Perhiasan Hari Ini Naik Tertinggi Rp2,47 Juta
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.
Virus hepatitis A/webmd
Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengumumkan kasus hepatitis langka di 12 negara. Setidaknya 1 anak meninggal dunia karena jenis hepatitis berat yang misterius.
Strain langka itu dilaporkan muncul di 12 negara dan menyebabkan setidaknya 169 kasus pada anak-anak, kebanyakan dari mereka di Inggris.
Dari jumlah tersebut, 17 kasus sangat parah sehingga membutuhkan transplantasi hati.
Sebagian besar infeksi yakni sebanyak 114 berada di Inggris, diikuti oleh Spanyol, yang telah mencatat 13 kasus, dan Israel dengan 12. Wabah ini juga telah menyebar ke AS, Denmark, Irlandia, Belanda, Italia, Prancis, Norwegia, Rumania dan Belgia.
Badan Kesehatan Inggris menyelidiki lonjakan kasus hepatitis pada anak-anak itu.
Sementara hepatitis pediatrik ringan tidak pernah terdengar, hepatitis parah pada anak-anak yang sebelumnya sehat jarang terjadi.
Otoritas kesehatan telah menyelidiki penyakit misterius itu, yang telah mempengaruhi kaum muda mulai dari satu bulan hingga 16 tahun, sejak sekelompok kasus diidentifikasi di Skotlandia mulai Januari hingga pertengahan April.
“Meskipun jumlahnya tidak besar, konsekuensinya cukup parah,” kata Richard Pebody, dari tim patogen ancaman tinggi WHO divisi Eropa dilansir fari Guardian.
Kasus-kasus tersebut masih lebih tidak biasa karena tidak terkait dengan salah satu dari lima jenis virus yang khas hepatitis A, B, C, D dan E.
Para ilmuwan saat ini percaya bahwa adenovirus, jenis virus umum yang dapat menyebabkan pilek, bisa berada di balik gelombang kasus hepatitis akut. Setidaknya 74 dari anak-anak yang terkena telah dinyatakan positif terinfeksi adenovirus.
Tetapi sementara adenovirus 41 telah dikaitkan dengan hepatitis pada anak-anak dengan gangguan kekebalan, adenovirus 41 tidak pernah diketahui menyebabkan kondisi tersebut pada anak-anak yang sebelumnya sehat.
Direktur Kesehatan Masyarakat Skotlandia, Jim McMenamin, mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk memahami apakah adenovirus telah bermutasi menyebabkan penyakit yang lebih parah, atau apakah itu dapat menyebabkan masalah "bersama-sama" dengan virus lain, termasuk kemungkinan Sars-CoV- 2, virus penyebab Covid-19.
Hubungan apa pun dengan vaksin Covid-19 telah dikesampingkan, karena sebagian besar anak-anak yang jatuh sakit tidak divaksinasi, menurut WHO.
Ilmuwan lain mengatakan penurunan kekebalan akibat berkurangnya pergaulan sosial selama pandemi bisa menjadi penjelasan.
Gejala hepatitis termasuk urin gelap, mata dan kulit menguning, sakit, kelelahan, demam, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, tinja berwarna terang dan nyeri sendi.
Orang tua diminta untuk waspada terhadap gejala dan menghubungi profesional kesehatan jika mereka mengkhawatirkan anak mereka. Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mendesak cuci tangan dan "kebersihan pernapasan menyeluruh", seperti menutupi batuk dan bersin dengan tisu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.
Pedro Caracoci mulai mengikuti latihan PSS Sleman. Kiper asal Brasil eks akademi CR Flamengo itu dirumorkan menjadi rekrutan baru Laskar Sembada.
Harga BBM Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo per 25 Juli 2026 masih bertahan. Berikut daftar lengkap harga BBM menjelang penyesuaian 1 Agustus.
BNPB dan PT Smart Cakrawala Aviation menggelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya untuk mencegah meluasnya karhutla.
Ganis Naluri Putri menekuni dunia pedalangan sejak SD. Dalang perempuan asal Bantul ini terus menjaga tradisi wayang di tengah minimnya regenerasi.
Febrie Adriansyah mengaku dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Ia menilai alat bukti belum cukup untuk penahanan.