Advertisement
Menemukan BLT Tak Tepat Sasaran, Laporkan ke Sini
Kerumunan masyarakat yang hendak mencairkan BST di Gedung Kesenian Wates, Kapanewon Wates, Sabtu (9/5/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah mulai menyalurkan bantuan langsung tunai minyak goreng (BLT migor) kepada masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Harry Hikmat mengatakan karena BLT minyak goreng menggunakan data Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako, maka dia yakin ketepatan sasaran penerima BLT migor akan lebih baik.
Advertisement
Namun, jika ada masyarakat yang menemukan adanta ketidaktepatan sasaran BLT migor, maka masyarakat dapat melapor melalui aplikasi Cek Bansos.
"Kalaupun nanti ada hal-hal di lapangan yang dianggap, misalkan kurang tepat sasaran, maka Kemensos telah membuka partisipasi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial. Di Cek Bansos bisa dipastikan nanti ada fitur Usul Sanggah," kata dia dalam media briefing BLT Minyak Goreng, Jumat (8/4/2022).
BACA JUGA: Ini Cara BI Kembangkan Bisnis Syariah
Selain melaporkan penerima BLT yang kurang tepat sasaran, nantinya masyarakat juga bisa mengajukan permohonan melalui Cek Bansos apabila menjumpai keluarga sangat miskin yang belum mendapatkan bantuan.
Kementerian Sosial terus memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) setiap bulannya. Data tersebut diklaim sudah padan baik dari NIK maupun Kartu Keluarga.
Bahkan, DTKS kini dilengkapi dengan foto rumah geotagging. "Itu mekanisme yang dibangun Kemensos untuk menjaga integritas dari DTKS sehingga bansos yang diterima keluarga tidak mampu betul-betul tepat sasaran termasuk saat ini untuk BLT Minyak Goreng yang menggunakan data tersebut," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Advertisement
30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- KPK Periksa ASN Bea Cukai Terkait Pemindahan Uang Miliaran
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026
- Promo Ramadan AC Aqua 1/2 PK, Ini 5 Rekomendasi Terbaiknya
- Kuota Penonton PSIM vs Persijap di Bantul Naik Jadi 7.000 Orang
- Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran
- KPK Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Kasus Rita Widyasari
Advertisement
Advertisement








