Advertisement

Sindir Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Fadli Zon: Kita Juga Perlu Pawang Utang

Aprianus Doni Tolok
Senin, 21 Maret 2022 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Sindir Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Fadli Zon: Kita Juga Perlu Pawang Utang Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon - Tangkapan layar Youtube Fadli Zon Official

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Aksi pawang hujan pada gelaran balapan MotoGP Mandalika mengundang perhatian publik, tidak hanya di Tanah Air, tapi juga mancanegara. Sejumlah pihak pun melontarkan sindiran terkait hal tersebut, salah satunya politikus Partai Gerindra Fadli Zon.

Fadli Zon menyoroti aksi sang pawang hujan Rara Isti Wulandari pada gelaran MotoGP Mandalika. Menurutnya, Indonesia tak hanya membutuhkan pawang hujan, tapi juga pawang utang.

"Selain pawang hujan, kita juga memang perlu pawang utang," cuitnya melalui akun Twitter @fadlizon, Senin (21/3/2022).

Sama seperti tugas pawang hujan untuk menghalau awan hujan menyelimuti suatu kawasan, istilah 'pawang utang' yang digunakan Fadli adalah bentuk keprihatinannya atas besarnya utang negara.

Sebelumnya, Fadli pernah memberikan catatan tepat 1 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, termasuk soal utang negara yang menggunung.

Saat itu Fadli menyampaikan bahwa Indonesia kini harus menanggung beban utang yang sangat berat dibanding negara yang berpendapatan menengah dan rendah. Hal ini disebabkan miskalkulasi, mismanajemen, serta kerja-kerja pembangunan tuna konsep.

“Mengutip laporan Bank Dunia, utang luar negeri Indonesia saat ini menempati urutan ke-6 tertinggi di antara negara-negara berpendapatan menengah dan rendah. Saat ini, utang luar negeri lebih dari US$402 miliar, jauh lebih besar dibandingkan utang Argentina, Afrika Selatan, ataupun Thailand,” ujarnya.

Selain persoalan utang luar negeri, Fadli melanjutkan, tahun ini pemerintah juga telah menerbitkan Global Bond sebesar US$4,3 miliar dengan tenor 30 tahun. Artinya, utang tersebut akan jatuh tempo pada 2050.

Fadli bahkan menyindir pemerintahan yang saat ini menjabat justru sedang melarikan sebagian persoalan menjadi beban bagi anak cucu, yakni warisan berupa utang yang menggunung.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Dies Natalis Sanata Dharma ke-67, Dorong Semangat Persaudaraan

Sleman
| Senin, 03 Oktober 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement