Advertisement

Ini Alasan Densus 88 Tembak Mati Dokter di Sukoharjo

Newswire
Jum'at, 11 Maret 2022 - 18:07 WIB
Budi Cahyana
Ini Alasan Densus 88 Tembak Mati Dokter di Sukoharjo Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan alasan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati Sunardi, dokter di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang menjadi tersangka terorisme.

BACA JUGA: Profil Dokter Sunardi Tersangka Teroris yang Ditembak Mati Densus 88 di Sukohar

“Prinsipnya penegakan hukum adalah upaya terakhir ketika upaya-upaya preventif sudah dilakukan oleh petugas di lapangan,” kata Dedi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Dedi menjelaskan Densus 88 Antiteror dibekali kewenangan diskresi atau kebebasan mengambil keputusan sendiri sesuai situasi di lapangan.

“Apabila membahayakan maka dapat dilakukan tindakan untuk melumpuhkan,” ujarnya.

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu juga menekankan personel kepolisian bertugas sesuai dengan aturan dan perundangan yang ada, dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian dan Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaran Tugas Kepolisian.

“Serta secara universal petugas polisi di dunia melakukan hal tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Dokter Tewas Saat Akan Ditangkap Densus di Sukoharjo

Namun, Dedi juga menegaskan, apabila dalam upaya penegakan hukum terjadi pelanggaran yang dilakukan aparat kepolisian maka pihaknya akan menindak tegas.

“Apabila ada pelanggaran yang dilakukan, anggota Propam akan menindak,” tegasnya.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan Sunardi sudah ditetapkan sebagai tersangka, bukan lagi terduga.

Dia juga menjelaskan alasan tindakan tegas terukur yang dilakukan aparat kepolisan adalah karena Sunardi melakukan perlawanan terhadap petugas yang berupaya melakukan penegakan hukum.

“Pada saat penangkapan terhadap tersangka dilakukan upaya paksa dengan tegas dan terukur, karena tersangka melawan petugas dengan menabrakkan mobilnya ke arah mobil petugas,” ujarnya.

Advertisement

Setelah Sunardi menabrak dua mobil petugas, anggota naik ke bak belakang mobil doble cabin Strada milik tersangka, namun tersangka tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang serta menggoyangkan setir ke kanan dan ke kiri sehingga menyerempet mobil warga yang melintas.

BACA JUGA: Mengenal Perbedaan JAD & JI, Organisasi Teroris yang Melatih Kader di Gunung Sempu Bantul & Kaliurang Sleman

“Dengan situasi tersebut dan dianggap bisa membahayakan petugas dan masyarakat sekitar, maka petugas menembak tersangka dari belakang dan mengenai punggung atas dan pinggul kanan bawah,” ungkap Ramadhan.

Sebelumnya, Kepala Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Aswin Siregar membenarkan bahwa tersangka terorisme di Sukoharjo bernama dokter Sunardi.

Advertisement

"Ya benar [dokter Sunardi],” kata Aswin.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Duh, hingga September, Angka Demam Berdarah di Sleman Tembus 236 Kasus

Sleman
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement