Advertisement

Setelah Minyak Goreng, Harga Gula Juga Naik, Ini Penyebabnya

Nyoman Ary Wahyudi
Sabtu, 22 Januari 2022 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Setelah Minyak Goreng, Harga Gula Juga Naik, Ini Penyebabnya Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kenaikan harga tujuh barang pokok pada awal 2022, yakni gula, minyak goreng kemasan sederhana, minyak goreng kemasan premium, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, hingga bawang merah putih honan. 

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan per 20 Januari, harga gula sudah mencapai Rp14.000 per kilogram atau naik 6,06 persen dari posisi bulan lalu. Selain itu, minyak goreng kemasan sederhana tercatat naik 3,26 persen menjadi Rp19.000 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng kemasan premium menjadi Rp20.800 per liter atau naik 4 persen dari posisi akhir tahun lalu. 

Advertisement

Selain itu, harga daging ayam menyentuh di angka Rp27.900 per kilogram atau naik 4,10 persen dibandingkan dengan bulan lalu. Harga bawang merah naik sebesar 7,5 persen menjadi Rp30.100 per kilogram. Selanjutnya, harga bawang putih honan naik 3,23 persen menjadi Rp28.800 per kilogram. 

BACA JUGA:Polisi Gerebek Rumah Produksi Bakso Diduga Berbahan Ayam Tiren di Bantul

“Kenaikan harga gula disinyalir akibat belum dimulainya musim giling tebu tahun 2022 dan diperkirakan musim giling akan dimulai pada awal Juni 2022, selain itu, diindikasikan bahwa stok gula di pelaku usaha mulai menurun demi memenuhi permintaan pada saat masa Nataru,” kata  Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Isy Karim melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/1/2022). 

Di sisi lain, Isy Karim mengatakan, kenaikan harga minyak goreng masih dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia yang menembus level tertinggi pada pekan kedua Januari 2022 di posisi Rp12.736 per liter. Harga itu lebih tinggi 49,36 persen dibanding Januari 2021.

Sementara itu, kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan karena tingginya harga input pakan dan konsentrat. Selain itu, tingginya permintaan akibat adanya pelonggaran mobilitas masyarakat turut mengungkit harga dua komoditas strategis tersebut.  

Dia menambahkan kenaikan harga daging ayam ras juga disebabkan karena dampak cutting produksi yang besar di bulan Oktober dan November. Di sisi lain, kata dia, kenaikan harga telur ayam ras disebabkan karena afkir dini pada bulan Juli-September 2021 lalu yang mencapai 20 persen dari produksi nasional 

“Namun saat ini harga telur ayam ras sudah menunjukan tren penurunan harga jika dibandingkan minggu pertama Januari 2022 baik harga di eceran maupun harga di peternak,” tuturnya. 

Advertisement

Sementara itu, kenaikan harga bawang putih disebabkan karena adanya antrian bongkar muat barang di pelabuhan serta adanya kendala administrasi impor efek dari momentum natal dan tahun baru lalu. 

Kendati demikian, dia mengatakan, kenaikan harga bawang merah merupakan penyesuaian menuju harga normal setelah sebelumnya sempat jatuh karena masa panen raya. 

“Namun demikian harga bawang merah masih berada di bawah harga acuan Rp32.000 per kilogram,” tuturnya. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Sudah Masuk Kemarau, DIY Masih Sering Dilanda Hujan, Ini Penyebabnya

Jogja
| Minggu, 22 Mei 2022, 10:17 WIB

Advertisement

alt

Piknik Gunungkidul, Sempatkan Singgah ke "Surga Kecil" yang Satu Ini

Wisata
| Sabtu, 21 Mei 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement