Advertisement
Jokowi Jelaskan Alasan Indonesia Hentikan Ekspor Bahan Mentah
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). - JIBI/Bisnis.com/Fanny Kusumawardhani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan pemerintah menghentikan ekspor bahan mentah pada 2020.
Jokowi mengatakan Indonesia disebutkan selalu melakukan kegiatan ekspor bahan mentah sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Oleh karena itu, pada 2020, Indonesia mulai mempertegas kegiatan ekspor Negara, di mana Nikel menjadi komoditas pertama yang dilarang ekspor sebelum diolah.
Advertisement
"Kita tidak ingin sejak VOC kita selalu mengirim bahan-bahan mentah, mengirim raw material ke luar negeri. Untuk menghasilkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, sejak 2020 telah kita setop ekspor nikel bahan mentah," kata Jokowi saat memberikan sambutan di HUT ke-49 PDI-Perjuangan, dalam siaran YouTube PDI-Perjuangan, Senin (10/1/2022).
Sekadar informasi VOC adalah kongsi dagang terbesar untuk menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur untuk memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia. Kedatangan VOC dari Belanda ke Indonesia menjadi awal dari penjajahan di negeri ini.
Jokowi melanjutkan pemerintah akan terus menambah daftar komoditas yang akan dilarang sebelum diolah. Tahun ini, pemerintah akan melarang ekspor bahan mentah bauksit. Kemudian, tembaga pada tahun mendatang.
Dia pun mengklaim larangan ekspor telah membuahkan hasil, di mana pendapatan ekspor nikel meningkat dari Rp25 triliun menjadi Rp280 triliun usai pemerintah menyetop pengiriman bahan mentah.
"Lompatan yang sangat besar inilah yang ingin kita lakukan untuk bahan-bahan mineral yang kita miliki, baik itu nikel, bauksit, tembaga, timah, maupun emas, dan lain-lainnya," ujarnya.
Jokowi menjelaskan kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah membangun kemandirian bangsa. Dia ingin Indonesia punya posisi kuat dalam perdagangan global.
"Pemerintah juga terus berkomitmen dan bekerja keras untuk membangun kemandirian bangsa dan memperkokoh kepemimpinan Indonesia di masyarakat Internasional. Hilirisasi industri, industrialisasi, akan terus ditingkatkan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
DPUPKP Sleman Siapkan Sistem Jasa Tukang untuk Pendatang
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Sambut Ramadan, Pemkab Sleman Perkuat Peran Rois di Tingkat Akar
- Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja-Kutoarjo 11 Februari 2026
- Sutarto Kini Bisa Nikmati Listrik Program Sambung Listrik Gratis PLN
- Jurgen Klopp Pasang Syarat Ketat sebelum Tangani Real Madrid
- Cuaca DIY Rabu 11 Februari 2026, Hujan Ringan-Sedang
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Rabu 11 Februari 2026
- Cek Jadwal KA Bandara YIA Jogja-YIA Hari Ini
Advertisement
Advertisement







