Advertisement
Sudah 3 Kali Vaksin, Pria Ini Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Omicron
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BRASILIA--Covid-19 varian Omicron telah menelan korban jiwa di Brazil.
Brazil mengumumkan kematian perdana COVID-19 Omicron di Kota Aparecida de Goiania di Negara Bagian Goiania pada Kamis (6/1/2022).
Advertisement
Pemerintah setempat melaporkan bahwa korban adalah pria berusia 68 tahun dengan riwayat tekanan darah tinggi. Ia juga menderita "penyakit paru obstruktif kronis" (PPOK) dan dirawat di rumah sakit setempat.
BACA JUGA: Buat Onar di Sebuah Toko dan Bawa Sajam, Remaja Jogja Ditangkap Polisi
Pasien merupakan kontak dari kasus terkonfirmasi Omicron dan telah disuntik vaksin COVID-19 tiga kali.
Sekretariat kesehatan setempat menyebutkan bahwa kematian itu terjadi 10 hari setelah otoritas mengumumkan transmisi komunitas Omicron di kota tersebut.
Menurut data kementerian kesehatan, Brazil mencatat total 22,38 juta kasus dan 619.641 kematian COVID-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Embarkasi Haji YIA, Kulonprogo Siapkan Kantong Parkir dan Stand UMKM
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Jadi Daya Tarik Budaya, Melasti Ngobaran Masuk Kalender Wisata 2027
- Film Setan Alas Usung Meta-Horor, Tayang Serentak 181 Layar Bioskop
- Waspada Inflasi, BPS Kota Jogja Pantau Dampak Perang Terhadap Emas
- Ada Kebijakan WFA, Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Kali
- 10 ASN Pemkab Pekalongan Diperiksa KPK Seusai OTT Bupati
- BHR Ojol 2026 Cair Maksimal H-7 Lebaran, Ini Aturannya
- Tiket Pantai Bantul Rp15.000 Diminta Dievaluasi
Advertisement
Advertisement







