WHO: Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Gunakan Booster Segera!

Logo World Health Organization (WHO) - www.who.int
22 Desember 2021 11:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge memperingatkan kawasan itu akan menghadapi "lonjakan signifikan" kasus Covid-19. Organisasi global itu menyarankan penggunaan booster secara luas untuk perlindungan dari meluasnya paparan varian Omicron.

Sejak muncul pada akhir November, Omicron telah terdeteksi di setidaknya di 38 dari 53 negara di kawasan Eropa. Varian itu sudah dominan di beberapa negara di antaranya termasuk Denmark, Portugal dan Inggris, ujar Hans Kluge pada konferensi pers di Wina seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (22/12).

"Kita bisa melihat badai lain datang," kata Kluge. Dalam beberapa minggu, Omicron akan mendominasi di lebih banyak negara di kawasan ini sehingga akan membuat sistem kesehatan semakin kewalahan. Wilayah kerja WHO di Eropa termasuk Rusia dan Turki ssrta bekas republik Soviet.

Data WHO menunjukkan wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir melaporkan jumlah kasus Covid-19 tertinggi dibandingkan dengan ukuran populasi di mana pun. Bahkan sebelum Omicron, para pejabat telah memperingatkan 700.000 kematian lebih lanjut akibat wabah itu pada Maret lalu.

Kantor pusat WHO di Jenewa menyarankan agar vaksin booster disimpan untuk kelompok yang paling rentan dan Kluge mendesak orang untuk meningkatkan vaksinasi.

"Booster adalah satu-satunya pertahanan terpenting melawan Omicron," katanya.

Akan tetapi Juru bicara WHO belum menanggapi permintaan untuk mengomentari pernyataan Kluge.

Sejauh ini, 89 persen dari kasus awal Omicron di Eropa dikaitkan dengan gejala umum Covid-19 seperti batuk, sakit tenggorokan, dan demam, kata Kluge. Sebagian besar kasus telah dilaporkan di antara orang dewasa berusia 20-an dan 30-aa yang  awalnya menyebar di kota-kota pada pertemuan sosial dan tempat kerja, tambahnya.

"Volume infeksi baru Covid-19 dapat menyebabkan lebih banyak rawat inap dan gangguan luas pada sistem kesehatan dan layanan penting lainnya," katanya. Dia menambahkan bahwa pemerintah dan pihak berwenang perlu mempersiapkan sistem respons untuk lonjakan kasus yang signifikan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia