Gus Yahya Janjikan Ini Jika Berhasil Jadi Ketua Umum PBNU

Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf seusai mengikuti prosesi pelantikan sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5/2018). - Antara/Wahyu Putro A
21 Desember 2021 16:37 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya membeberkan visi misinya sebagai calon Ketua Umum PBNU mendatang. Gus Yahya ingin menjadikan model gerakan KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai gerakan Nahdlatul Ulama (NU).

“Mengapa Gus Dur? Karena beliau yang membawa NU sebagai mandat peradaban. Sejak awal didirikan, NU bertujuan untuk merintis upaya format peradaban baru untuk menggantikan format yang lama, yakni setelah Turki Usmani runtuh,” ujar Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dari Arena Muktamar, Selasa (21/12/2021).

Dia menambahkan, NU didirikan bukan sekadar untuk mengupayakan kesejahteraan warganya atau  sekadar meneruskan mandat ajaran ahlu sunnah wal jamaah. “Jadi kader-kader NU jangan hanya berebut yang remeh temeh seperti selama ini. harus dimulai maindsetnya kalo kita memperjuangkan peradaban,” tegasnya.

Menurut Gus Yahya, perilaku Gus Dur selama hidup, baik gerakannya, pemikirannya, khususnya saat memimpin PBNU adalah berupaya memperjuangkan peradaban. Gusdur, kata dia, akan terus dibutuhkan sepanjang zaman.

“Masalahanya kita butuh gusdur tapi Gus Durnya tidak ada. Tapi kita jadikan pemikiran Gus Dur, gerakannya ke konstruksi di dalam bangunan organisasi NU ke depan,” pungkasnya.

Yahya Staquf saat ini menjabat sebagai Katib Aam di PBNU. Pada saat Gus Dur menjadi Presiden Indonesia periode 1999-2001, sosok yang akrab disapa Gus Yahya ini sempat dibawa menjadi salah satu juru bicara presiden.

Pemilihan Ketua Umum baru PBNU akan dilakukan dalam Muktamar NU yang akan digelar di Lampung pada 22-23 Desember 2021. Hingga hari ini, dua nama calon yang paling sering muncul untuk berkompetisi menuju kursi Ketua Umum PBNU, yakni Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj.

Sumber : JIBI/Bisnis.com