Cegah Omicron, DPR Desak Pemerintah Tutup Pintu Bagi TKA China

Potongan gambar video TKA RRT yang viral di media sosial dan grup WhatsApp yang keluar dari salah satu pintu di Bandara Haluoleo, Minggu (15/3 - 20) malam. ANTARA - Harianto
19 Desember 2021 15:17 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah menyetop tenaga kerja asing atau TKA asal China masuk ke Indonesia untuk mencegah penyebaran varian Omicron. 

“Di tengah situasi penyebaran virus seperti ini, TKA asal China masih banyak yang masuk ke Indonesia. Untuk apa kita diminta menerapkan prokes [protokol kesehatan] secara ketat, sementara TKA lalu-lalang masuk ke RI,” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/12/2021).

Saleh pun mendesak pemerintah menghentikan sementara izin masuk TKA ke Indonesia. Paling tidak, lanjutnya, selama masa berkembangnya Omicron ini, TKA betul-betul dilarang masuk. Kalaupun ada yang harus masuk, itu adalah tenaga expert yang keahliannya tidak bisa digantikan pekerja lokal. 

Politisi PAN itu meminta pemerintah bersungguh-sungguh untuk menjaga pintu-pintu masuk ke Indonesia. Terutama setelah dikonfirmasi adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terpapar Covid-19 varian Omicron. Mengingat bahaya dan agresivitas virus ini, sejak awal banyak pihak yang mewanti-wanti agar kita mewaspadai varian baru ini.

"Nah, varian ini sekarang kan sudah ada di Indonesia. Sudah sepatutnya kewaspadaan ditingkatkan. Terutama pintu masuk ke Indonesia, khususnya bandara-bandara internasional,” ungkap Saleh.

Dua kasus covid-19 varian omicron terdeteksi kemarin, Jumat (17/12). Dengan tambahan temuan ini, total saat ini ada tiga kasus varian omicron di Indonesia yang sudah terdeteksi.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa dua pasien tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel dari 5 kasus probable Omicron yang baru Kembali dari luar negeri.

"Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ, 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M, 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris. Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet," kata Nadia, Sabtu (18/12).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia