Kondisi Ndalem Pangeran di Kraton Solo Memprihatinkan, Mangkrak Tak Terawat

Kondisi pendapa Dalem Ngabeyan terlihat kurang terawat di kompleks Keraton Solo, Minggu (12/12/2021). - Solopos/Nicolous Irawan.
14 Desember 2021 02:27 WIB Chrisna Chaniscara News Share :

Harianjogja.com, SOLO — Kraton Solo memiliki sekitar 18 dalem pangeran yang tersebar di sekitar lingkungan kraton. Sayangnya, mayoritas bangunan bersejarah itu dalam kondisi memprihatinkan setelah beralih kepemilikan. Bahkan ada yang sudah runtuh.

Warga dan pegiat sejarah Kota Bengawan mendorong segera ada pembenahan agar bangunan cagar budaya (BCB) tersebut dapat terus lestari. Perlu sinergi antara Keraton, pemilik bangunan dan pemerintah untuk memelihara dalem-dalem pangeran sebagai aset pariwisata.

Sejumlah dalem kepangeranan seperti Dalem Ngabeyan dan Dalem Hadiwijayan hingga kini tak terurus dan mangkrak. Pantauan Solopos.com, Minggu (12/12/2021), pilar-pilar penyangga Dalem Ngabeyan lapuk dimakan rayap, faktor cuaca, dan usia.

Kondisi ruangan dalem pangeran Keraton Solo itu kotor dan tak terawat. Sejumlah ornamen kayu di atap pun telah rusak. Rumput liar mengelilingi bangunan peninggalan Paku Buwono (PB) X itu.

Saking tak terawatnya, dalem tersebut terkesan seram dan pernah menjadi lokasi acara uji nyali salah satu televisi swasta. Dalem Ngabeyan kabarnya akan direnovasi sejak tahun 2005. Namun hal itu tak kunjung terealisasi.

Sementara Dalem Hadiwijayan yang berada di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, tak kalah memprihatinkan. Bangunan yang dahulu sempat dipakai kampus Saraswati, cikal bakal Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini tinggal menyisakan pendapa.

Dua dalem pangeran Keraton Solo lainnya yakni Dalem Kusumobratan dan Dalem Suryabratan bahkan sudah runtuh. Informasi yang dihimpun, Dalem Suryabratan sudah beralih kepemilikan ke Pertamina. Keduanya berada di luar Benteng Baluwarti.

Mendorong Pemilik Merenovasi

Pemerhati sejarah Kota Solo, Dani Saptoni, mengatakan sejumlah dalem pangeran perlu perhatian karena kondisinya cukup memprihatinkan. Ia mendorong pemilik dalem dapat segera merenovasi bangunannya agar tetap lestari sebagai aset sejarah Keraton.

“Beberapa dalem pangeran seperti Dalem Purwohamijayan dan Dalem Suryohamijayan sekarang telah bagus dan terawat setelah revitalisasi oleh pemiliknya. Kami mendorong dalem yang masih bisa diperbaiki seperti Dalem Ngabeyan segera dibenahi,” ujar Dani saat ditemui Solopos.com di kompleks Kraton Solo, Minggu (12/12/2021).

Ia mengaku mendengar kabar Dalem Ngabeyan dalam waktu dekat akan diperbaiki pemiliknya. Hal itu seiring proses renovasi Dalem Suryohamijayan yang telah mencapai 80%.

Demikian halnya Dalem Purwohamijayan yang belum lama ini selesai direvitalisasi. Apabila pembenahan terealisasi, Dani mendorong lokasi itu dapat menjadi ruang publik. “Bisa diakses masyarakat dan tidak mengubah bentuk aslinya,” kata ketua komunitas pencinta sejarah, Solo Societeit, itu.

Pemerhati sejarah, Fauzi Ichwani, mengatakan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) perlu mendampingi proses revitalisasi BCB seperti dalem pangeran Keraton Solo. Hal itu untuk memastikan pembenahan tak mengubah struktur utama bangunan.

“Pemasangan plakat BPCB di satu sisi memang baik untuk memberi batasan, tapi di sisi lain kadang bikin pemilik repot saat mau merenovasi. Akhirnya sejumlah bangunan dibiarkan saja dan mangkrak. Perlu sinergi stakeholders terkait untuk pelestarian dalem pangeran. Ini aset sejarah berharga.”

Sumber : JIBI/Solopos