Tarif Impor AS untuk Produk RI Berlaku, Investigasi Lain Menunggu
Tarif impor AS sebesar 10% untuk produk Indonesia mulai berlaku, sementara hasil investigasi excess capacity masih ditunggu pemerintah.
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). /JIBI-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA —Hilirisasi sumber daya alam (SDA) pada ekspor dan investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Rencana hilirisasi tersebut bahkan membuat eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair terpukau. ""Kemarin saya paparkan kepada Tony Blair di kantor saya, dia komentarnya hanya \'Amazing\', \'Unbelievable\', udah gitu saja. Mereka tidak anggap bahwa Indonesia bisa seperti ini," cerita Luhut di Jakarta, Rabu (24/11/2021).
Seperti diketahui, Indonesia tengah berfokus untuk mendorong hilirisasi SDA. Salah satu fokus Indonesia adalah pada nikel, yang memiliki cadangan terbesar di dunia dengan total mencapai 21 juta ton. Ketersediaan nikel ini mendorong Indonesia berambisi untuk bermain di rantai pasok baterai mobil listrik dunia.
Salah satu investasi terbesar terkait yang sudah ada yaitu pabrik baterai mobil listrik pertama di Asia Tenggara, yang berlokasi di Karawang Jawa Barat. Total investasi dari pabrik baterai mobil listrik tersebut adalah sebesar US$9,8 miliar atau Rp142 triliun, kerja sama investasi antara LG Energy Solution dari Korea Selatan dan PT Indonesia Battery Corporation.
Menurut Luhut, kisah sukses hilirisasi logam dasar perlu dilanjutkan untuk komoditas nikel. Dia berharap, bermodal cadangan nikel, Indonesia bisa menjadi bagian dari rantai pasok dunia untuk baterai mobil listrik.
Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Sleman Naik, Ini Datanya
Sementara itu hilirisasi SDA logam dasar telah berperan signifikan dalam menjaga defisit transaksi berjalan atau current account deficit. Hal ini diwujudkan melalui kinerja industri logam dasar yang telah menjadi sektor penanaman modal asing (PMA) tertinggi sejak 2018.
"Didukung oleh hilirisasi SDA, industri logam dasar perlahan menjadi sektor dengan PMA tertinggi sejak 2018. Pak Presiden juga tadi menyinggung, sejak hilirisasi ekspor iron steel kita saja tahun ini dekat dengan US$21 miliar. Itu sangat berdampak pada current account deficit dan surplus pada [neraca dagang]," tutur Luhut
Adapun, neraca pembayaran Indonesia kuartal III/2021 mencatatkan surplus US$10,6 miliar. Kinerja ini didorong oleh transaksi berjalan yang mengalami surplus US$4,5 miliar, tertinggi sejak 2009.
Peran besi dan baja dalam pencapaian tersebut terlihat dari total ekspor besi dan baja Indonesia sebesar US$16,6 miliar pada Oktober 2021. "Pada akhir tahun ini, angka ekspor bisa sampai US$20 miliar sampai dengan US$21 miliar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Tarif impor AS sebesar 10% untuk produk Indonesia mulai berlaku, sementara hasil investigasi excess capacity masih ditunggu pemerintah.
Cristiano Ronaldo mengisyaratkan musim 2026-27 bisa menjadi tahun terakhirnya sebagai pesepak bola profesional setelah karier lebih dari 20 tahun.
PLN menyiagakan 45.000 personel di 2.275 titik untuk menjaga keandalan listrik HUT RI ke-81 dengan cadangan daya 9 GW.
Apple mengusulkan komisi 15% untuk transaksi melalui tautan pembayaran di luar App Store. Tarif berbeda berlaku bagi pengembang tertentu.
Vietnam menang 0-2 atas Malaysia pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. Simak hasil dan peluang kedua tim menuju final.
Sekitar 1.500 pendaki telah registrasi melalui jalur Cemoro Sewu untuk mengikuti upacara HUT RI ke-81 di Gunung Lawu.