Advertisement
Nadiem Makarim: Guru Mampu Nyalakan Obor Perubahan di Tengah Pandemi
Guru (tengah) memberikan materi pelajaran kepada murid saat uji coba pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SD Negeri Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasi kepada para guru se-Indonesia di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Hal ini dia sampaikan ketika memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 dengan tampak mengenakan busana adat Ulos Mandailing, Sumatra Utara di Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Senayan, Jakarta pada Kamis (25/11/2021).
Advertisement
Nadim mengatakan, pada 2020 merupakan tahun yang penuh ujian sehingga wajar jika banyak guru yang terdemotivasi. Namun, ada fenomena yang tidak terkira.
Dia melanjutkan, fenomena tersebut adalah saat dirinya melakukan kunjungan kerja dan menginap di rumah guru di Lombok Tengah, Yogyakarta serta di pesantren Jawa timur, di mana dirinya tidak mendengar kata putus asa dari para guru tersebut.
“Saya mendengar terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka, dan di situlah saya baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan,” tuturnya, dikutip lewat Youtube Kemendikbud RI, Rabu (25/11/2021).
Lebih lanjut, dia mengatakan guru se-Indonesia menginginkan kesempatan adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi, akses terhadap teknologi dan pelatihan relevan yang praktis, kurikulum sederhana yang bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid, serta menginginkan pemimpin sekolah yang berpihak kepada murid, bukan birokrasi.
“Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, dia menyebutkan program Merdeka Belajar yang sejak pertama kali dicetuskan Kemendikbudristek, saat ini telah berubah menjadi suatu gerakan.
Menurutnya, gerakan Merdeka Belajar hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran,” katanya.
Nadiem pun mengucapkan terima kasih kepada semua guru se-Indonesia atas pengorbanan dan ketangguhannya.
“Saya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan Merdeka Belajar demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik. Terima kasih, Merdeka Belajar ini sekarang milik Anda,” ujarnya.
Untuk diketahui, Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2021 diperingati dengan mengusung tema Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan. Adapun, pada tahun ini HGN masih menggunakan logo yang sama seperti tahun lalu, yaitu memuat simbol berbentuk hati dan ilustrasi berwarna warni menggambarkan semangat belajar yang tetap menyala di tengah kondisi pandemi saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
- Emergency Alert Abu Dhabi Berakhir, UEA Nyatakan Situasi Aman
- Jadi Sorotan Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 M
- Wafatnya Khamenei Buka Babak Baru Sejarah Iran
Advertisement
Titiek Soeharto Minta Pengelola MBG Bukan Sekadar Cari Untung
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 1 Maret
- Rudal Konflik Mendarat di Bandara Dubai, 4 Staf Terluka
- IRGC Siapkan Serangan Brutal ke AS-Israel Seusai Khamenei Tewas
- Stok Minyakita dan Beras Bulog DIY Aman saat Ramadan
- Iran di PBB: Serangan AS-Israel Langgar Kedaulatan
- Harga Emas Naik Imbas Perang AS-Israel Melawan Iran, Cek di Sini
- Imigrasi Ngurah Rai Antisipasi Overstay WNA Akibat Perang Timur Tengah
Advertisement
Advertisement







