5 Pasien Covid-19 Meninggal Dalam Sehari, Kemenkes: Terendah selama Pandemi

Foto ilustrasi: Tenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
19 November 2021 19:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan menyebut jumlah pasien meninggal akibat COVID-19 di Tanah Air pada Jumat (19/11/2021) tercatat lima orang dan terendah sepanjang masa pandemi melanda Indonesia.

Siaran pers Kemenkes yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, menjelaskan dari jumlah tersebut, DKI Jakarta dan Jawa Barat di posisi teratas dengan masing-masing mencatatkan dua pasien meninggal, serta Jawa Timur satu pasien.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari ini mencapai 360 kasus dengan provinsi yang menyumbang penambahan kasus tertinggi, yakni DKI Jakarta sebanyak 97 kasus.

Jawa Barat menempati urutan kedua dengan penambahan 68 kasus. Disusul Kalimantan Barat dan Jawa Tengah masing-masing 38 kasus dan 34 kasus. Jawa Timur berada di posisi kelima dengan penambahan 28 kasus.

BACA JUGA: Angin Kecang Melanda Jogja, 4 Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Menurut Kemenkes, pada hari ini terdapat 27 provinsi dengan penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di bawah 10 kasus serta lima provinsi yang tidak mengalami penambahan jumlah kasus positif COVID-19, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Gorontalo.

Jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penularan COVID-19 di Tanah Air pada hari ini mencapai 516 pasien dengan jumlah pasien sembuh tertinggi disumbang provinsi Jawa Barat, yakni 205 pasien.

Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan 104 pasien sembuh. Jawa Tengah dan Jawa Timur di posisi ketiga dan keempat dengan kontribusi masing-masing 33 pasien. Selanjutnya D.I. Yogyakarta di posisi kelima dengan 24 pasien sembuh.

Secara nasional, jumlah kasus aktif turun sebanyak 161 kasus menjadi 8.154 kasus aktif.

Jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini sebanyak 272.704 spesimen dengan positivity rate sebesar 0,24 persen.

Sumber : Antara