AI Pintar Bikin Aplikasi, Masihkah Lulusan Informatika Dibutuhkan?
AI kini bisa membuat aplikasi dan menulis kode program. Guru Besar UII menegaskan lulusan informatika tetap dibutuhkan, tetapi harus naik kelas.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Anis Matta (tengah) dalam dikusi UMKM bersama Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (kiri), Sabtu (13/11/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Anis Matta menyatakan partainya tak ingin disibukkan dengan isu pencapresan di tengah angka kemiskinan yang terus melonjak. Partai ini akan fokus mengkampanyekan literasi guna menginformasikan sejumlah permasalahan kepada masyarakat untuk dicarikan solusinya.
Anis Matta mengatakan Partai Gelora masih fokus pada Pemilu Legislatif melalui kampanye literasi untuk menjelaskan sejumlah permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini. “Kita jangan main-main dengan masa depan kita, maka kami fokus kampanye literasi, maksudnya kami ingin menjelaskan lebih dahulu masalah apa yang sedang dihadapi saat ini, baru bicara [soal pemimpin],” katanya kepada wartawan saat mengunjungi usaha mikro di Yogyakarta Sabtu (13/11/2021).
BACA JUGA : Cak Imin Blak-blakan Pengin Maju Jadi Capres Pilpres 2024
Oleh karena itu, lanjut Anis, partai tidak konsentrasi dengan nama-nama capres 2024 yang saat ini sudah bermunculan. Menurutnya saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyibukkan rakyat dengan nama capres. Soal siapa pemimpin ke depan, tentu sebaiknya diserahkan kepada rakyat.
“Kami tidak konsen dengan nama capres-capres itu permainan yang menyimpang dari yang seharusnya kita lakukan. Kita ingin menyibukkan rakyat dulu apa masalah mereka sesungguhnya. Setelah itu baru memilih pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah itu. Kami orientasinya menciptakan perubahan, soal siapa yang memimpin serahkan kepada rakyat. Kampanye literasi perlu,” ujarnya.
Di sisi lain angka kemiskinan di Indonesia terus melonjak akhir-akhir ini. Kondisi ini bukan hal yang tepat untuk menyibukkan masyarakat dengan capres 2024. “Jumlah orang miskin bertambah tetapi kita justru mengisi kepada publik dengan perbincangan soal capres. Kita tidak mengisi jawaban apa yang kita berikan kepada masyarakat. Kampanye literasi karena saya percaya bahwa ini yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” katanya.
BACA JUGA : Pakar: Hanya PDIP yang Bisa Usung Capres Tanpa Berkoalisi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI kini bisa membuat aplikasi dan menulis kode program. Guru Besar UII menegaskan lulusan informatika tetap dibutuhkan, tetapi harus naik kelas.
Airlangga sebut Indonesia tetap jadi tujuan investasi meski konflik global meningkat, didukung stabilitas ekonomi dan kawasan.
Swiss vs Kanada jadi penentu juara Grup B Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama berpeluang lolos ke fase gugur.
Rupiah melemah ke Rp17.952 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan sentimen global terbaru.
Prabowo tegaskan tak ada yang lebih genting dari kelaparan. Program MBG dinilai penting di tengah ancaman krisis pangan global.
PLN pastikan listrik di DIY kembali normal sejak 20 Juni 2026, layanan pelanggan kini stabil dan siap mendukung aktivitas masyarakat.