Pembayaran Ganti Rugi Tanah Kas Desa di Tol Jogja-Solo Paling Cepat Se-Indonesia

Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). - JIBI/Solopos.com/Ponco Suseno
12 November 2021 21:17 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Pembayaran uang ganti rugi (UGR) Rp3,5 miliar untuk lima bidang tanah kas desa (TKD) di Mendak, Kecamatan Delanggu, Klaten, memecahkan rekor pembayaran tercepat di Indonesia. Proses ganti rugi Tol Jogja-Solo diproyeksikan menjadi percontohan percepatan pembayaran UGR untuk TKD di Tanah Air di waktu mendatang.

Klaim itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Mendak, Kecamatan Delanggu, Agung Hartana, saat ditemui JIBI, di Kecamatan Delanggu, Jumat (12/11/2021). Pemdes Mendak, Kecamatan Delanggu, memperoleh UGR senilai Rp3,5 miliar dari tim pembebasan lahan untuk Tol Jogja-Solo, Jumat (12/11/2021). Total TKD di Mendak yang tergilas jalan tol mencapai lima bidang atau 5.998 meter persegi.

BACA JUGA: Jumlah Wisatawan Tinggi, Pemkot Jogja: Kasus Covid-19 Tetap Rendah

Penyerahan UGR untuk tanah kas desa (TKD) dihadiri Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Qoswara (selaku pihak yang membayar UGR); Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalam tol Solo-Jogja, Wijayanto; Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono; Perwakilan PT JogjaSolo Marga Makmur (JMM) selaku pengembang jalan tol Solo-Jogja, Amin; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Jaka Purwanto; Camat Delanggu, Jaka Suparja.

Di Mendak terdapat 24 bidang tanah yang terdampak jalan tol. Selain lima bidang TKD, terdapat juga 19 bidang milik warga. UGR yang diterima warga di Mendak senilai Rp37 miliar. UGR yang diterima Pemdes Mendak senilai Rp3,5 miliar. Total UGR Tol Jogja-Solo yang mengalir ke Desa Mendak senilai Rp40,5 miliar.

"Pembayaran UGR untuk TKD kali ini termasuk paling cepat dan yang pertama di Indonesia. Soalnya, uangnya langsung masuk ke rekening desa. Padahal biasanya, pembayaran seperti ini, uangnya melalui PPK terlebih dahulu baru ke desa. Ini rekor di Indonesia karena belum pernah terjadi di waktu sebelumnya. Pembayaran TKD di Mendak ini akan menjadi pilot project di Indonesia [pembayaran UGR jalan tol untuk TKD]," kata Kades Mendak, Kecamatan Delanggu, Agung Hartana, di aula kecamatan setempat, Jumat (12/11/2021).

Agung Hartana mengatakan musdes pelepasan tanah kas desa berlangsung hingga lebih dari 10 kali. Di setiap tahapan musdes, Pemdes Mendak melibatkan berbagai elemen di desa, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"Tahap awal [musdes I] hingga pencairan hari ini membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun [tercepat di Indonesia]. Sejak Musdes itu, kami kerja keras. Termasuk berkonsultasi dengan berbagai intansi terkait dan bersinergi dengan semuanya [kesibukan Musdes di Mendak mencapai puncaknya, Januari 2021-Februari 2021]," katanya.

Agung Hartana mengatakan jumlah kumulatif TKD di Mendak mencapai 40 bidang. Hal itu termasuk lima bidang TKD terdampak jalan tol.

"TKD kami secara otomatis akan bertambah. Soalnya yang terdampak jalan tol dari 5.998 meter persegi menjadi hampir 10.000-an meter persegi. Dengan hasil ini, kami optimistis pendapatan asli desa (PADesa) kami juga akan meningkat. Saat ini, PADesa sekitar Rp70 juta per tahun [hasil menyewakan TKD]. Semoga ke depan bisa lebih tinggi lagi," katanya.

Camat Delanggu, Jaka Suparja, mengapresiasi kecepatan Pemdes Mendak dalam mengurus segala administrasi/persyaratan agar UGR untuk TKD segera cair. Di samping itu, kekompakan seluruh elemen masyarakat di Mendak juga berkontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan Musdes I dan Musdes II.

"UGR TKD di Mendak ini baru terjadi kali pertama di Indonesia. Kunci bisa secepat ini karena semua kerja keras bersama-sama. Di Kecamatan Delanggu terdapat dua desa yang TKD-nya terdampak jalan tol Solo-Jogja. Selain di Mendak, ada juga di Sidomulyo [sebanyak tujuh bidang atau setara kurang lebih satu hektare]. Semoga, di Sidomulyo segera menyusul," katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Jaka Purwanto. Pembayaran UGR jalan tol Solo-Jogja untuk TKD di Mendak tergolong cepat, yakni hanya butuh sekitar satu tahun.

"UGR untuk TKD yang di Mendak hari ini cair [paling awal di Kabupaten Bersinar]. Di Klaten ini terdapat 430 TKD yang terdampak Tol Jogja-Solo. Kami selalu menjalin koordinasi dengan pak camat dan pak kades [minimal sekali dalam satu pekan]. Hingga sekarang, desa-desa di Polanharjo dan Karanganom sudah menggelar Musdes I. Semoga, yang lain juga bisa lebih cepat lagi," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun JIBI, luas tanah di Klaten yang terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Sumber : JIBI/Bisnis.com