Tergusur Tol Jogja-Solo, 200-an Makam Akan Dipindah

Ilustrasi permakaman. - Pixabay
07 November 2021 16:07 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Sedikitnya 200 makam di salah satu tempat permakaman umum (TPU) Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, bakal dipindahkan karena tergusur Tol Jogja-Solo.

Taskombang menjadi satu dari 50 desa di 11 kecamatan di Klaten yang terkena proyek strategis nasional tersebut. Lahan yang tergusur diperkirakan seluas 4 hektare (ha), terdiri dari sawah, sebagian rumah warga di salah satu kampung, serta makam.

BACA JUGA: Awas! Ada Alarm Pengingat Jika Anda Melebihi Jam Berkunjung di Malioboro

Kepala Desa Taskombang, Aris Sumarno, mengatakan saat ini pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Taskombang baru mencapai tahap pengumuman hasil identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak tol. Sementara, musyawarah bentuk pembayaran ganti kerugian hingga pembayaran ganti kerugian baru dilakukan pada 2022 mendatang.

Aris mengatakan mayoritas lahan terdampak merupakan persawahan. “Untuk perkampungan ada satu RT tetapi tidak semua terkena. Hanya kisaran tujuh sampai 10 rumah,” kata Aris saat ditemui di Kantor Desa Taskombang, Minggu (7/11/2021).

Aris menjelaskan ada satu TPU yang tergusur. Permakaman itu berada di Dukuh Dendan yang berbatasan dengan wilayah Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan. Ada 200-an makam di TPU tersebut. Selama ini, makam tersebut digunakan untuk memakamkan jenazah warga Kokosan serta Taskombang.

Aris menuturkan sudah ada pendataan dan identifikasi ahli waris ahli waris dari masing-masing makam. Calon permakaman pengganti juga sudah disiapkan, yakni lahan kas desa dengan luas sekitar 2.000 meter persegi yang bersebelahan dengan makam terdampak proyek tol.

Namun, belum ada pemindahan ratusan makam tersebut lantaran masih menunggu proses pembahasan ganti kerugian tahun depan. “Sebenarnya banyak warga yang menginginkan makam segera dipindahkan ke tempat baru. Ketika ada yang meninggal dunia, warga sekitar bisa memakamkan di makam baru tersebut,” kata Aris.

BACA JUGA: Tol Jogja-YIA Kembali ke Desain Awal, Ini Permintaan Sultan

Aris menjelaskan sejak kabar kompleks makam tersebut terdampak proyek tol berembus dua tahun lalu, TPU itu tak lagi digunakan untuk memakamkan jenazah warga sekitar. Ahli waris atau warga memilih memakamkan ke lokasi lain yang tak terdampak proyek tol.

Kepala Seksi Pengadaan Lahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, menjelaskan pembebasan lahan untuk jalan tol tahun ini ditargetkan bisa dilakukan di lima kecamatan Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Karanganom, Ceper, serta Ngawen dari total  11 kecamatan terdampak tol. Sementara, proses pembebasan lahan di enam kecamatan lainnya termasuk Prambanan dan Manisrenggo dilakukan pada 2022.

Sumber : JIBI/Solopos