Tingkat Pengangguran Agustus 2021 Lebih Tinggi daripada Februari

Ilustrasi tenaga kerja - Antara
06 November 2021 21:27 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2021 mencapai 6,49 persen dari jumlah angkatan kerja atau setara dengan 9,10 juta orang.

Jumlah tersebut lebih rendah dari pada TPT pada Agustus 2020, tetapi lebih tinggi dari TPT pada Februari 2021 yang berada di level 6,26 persen, atau setara dengan 8,75 juta orang.

Kenaikan jumlah pengangguran itu terjadi terlepas dari kondisi manufaktur yang tumbuh. Data BPS menunjukkan, industri pengolahan tumbuh 3,68 persen (year-on-year/yoy) dan tumbuh 2,35 persen (quarter-to-quarter/qtoq).

Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menilai, kenaikan TPT pada Agustus dibandingkan dengan Februari 2021 merupakan hal yang lumrah, dan kerap terjadi setiap tahunnya.

Hal itu disebabkan oleh kondisi tenaga kerja di sektor pertanian yang memang lebih sedikit pada Agustus 2021 ketika survei BPS dilaksanakan.

“Kecenderungan memang setiap tahun lebih banyak pengangguran pada Agustus daripada Februari 2021. Namun secara tahunan turun. Penyebabnya adalah di Februari ada masa tanam, sehingga jumlah pekerja di sektor pertanian lebih banyak,” kata Timboel, Jumat (5/11/2021).

Pertanian sendiri menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbanyak pada Agustus 2021, dengan jumlah pekerja mencapai 37,13 juta orang. Jumlah itu berkurang 1,10 juta dibandingkan dengan Agustus 2020.

Adapun pada Februari 2021, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian mencapai 38,78 juta atau 29,59 persen dari penduduk usia kerja yang bekerja.

Sementara dari sektor formal, jumlah tenaga kerja di industri pengolahan pada Februari 2021 berjumlah 17,82 juta orang atau setara dengan 13,60 persen dari penduduk bekerja. Jumlah pekerja di industri pengolahan mengalami kenaikan pada Agustus 2021 menjadi 18,70 juta orang.

“Memang seharusnya tingkat pengangguran dilihat dari setiap sektornya karena ada faktor pekerja yang hanya bekerja berdasarkan musim. Terlebih sektor pertanian investasinya tidak sebesar di sektor lain,” katanya.

Kepala BPS Margo Yuwono juga menjelaskan soal bertambahnya jumlah pekerja di sektor perdagangan dan industri pengolahan yang masing-masing mencapai 1,04 juta orang dan 1,22 juta orang secara tahunan.

Kenaikan tersebut kontras dengan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian yang turun 1,10 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2020.

Namun pekerja di sektor pertanian masih mendominasi dengan jumlah mencapai 37,13 juta orang per Agustus 2021. Dia mengatakan, penurunan juga terjadi akibat luas area tanam yang berkurang pada Agustus 2021.

“Dari gambaran ini memperlihatkan dengan membaiknya ekonomi secara alamiah kontribusi pertanian itu makin menurun. Dan ini diikuti ke sektor-sektor lain yang lebih formal, misal perdagangan dan industri pengolahan utamanya. Ini menunjukkan sudah ada pemulihan ekonomi pada Agustus 2021,” kata Margo.

Sumber : JIBI/Bisnis.com