Siap Buka-bukaan Soal Garuda, Kementerian BUMN Minta Peter Gontha Diperiksa

Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
02 November 2021 06:57 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mendukung langkah Peter Gontha yang melaporkan dugaan korupsi soal sewa pesawat Garuda Indonesia ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Arya bahkan meminta seluruh direksi dan komisaris yang terlibat perjanjian sewa menyewa pesawat ikut diperika, supaya kasusnya terang benderang.

“Kita dukung Pak Peter. Termasuk Pak Peter sekalian bisa jelaskan,” tegas Arya, Senin (1/11/2021).

Peter Gontha adalalh mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Dia sebelumnya melapor KPK terkait biaya sewa pesawat Garuda yang dinilai terlalu mahal.

Arya menjelaskan, bahwa pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana bisa proses kesepakatan penyewaan pesawat yang diklaim mahal itu bisa terjadi. Menurutnya, penggelembungan sewa pesawat tersebut bersumber dari penyewa. Dari informasi yang diperolehnya, Peter pun ikut menandatangani transaksi tersebut.

Memang, ada kesepakatan sewa yang tidak Peter tandatangani. Meski begitu, tambah Arya, hampir semua ikut dibubuhi cap Peter. Oleh karena itu, Arya meminta komisaris hingga direksi pada periode tersebut untuk diperiksa. Tujuannya agar kasus semakin terang benderang.

Peter beberapa kali melalui akun Instagram menyebut harga sewa pesawat Garuda kelewat mahal. Dia mencontohkan sewa Boeing 777 yang di pasaran US$750.000 per bulan dipinjam perusahaan milik negara tersebut dengan mahar US$1,4 juta.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia