Advertisement
Kudeta Sudan Tewaskan 7 Demonstran dan 140 Orang Terluka
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas ditembak dan 140 orang terluka oleh angkatan bersenjata selama aksi protes menentang kudeta militer di Sudan.
Para demonstran turun ke jalan setelah angkatan bersenjata mengkudeta pemerintahan sipil dan menahan para pemimpin politik serta mengumumkan keadaan darurat kemarin. Aparat militer dilaporkan mendatangi rumah pelaku aksi protes di ibu kota Khartoum dan menahan mereka sebagaimana dikutip BBC.com, Selasa (26/10/2021).
Advertisement
BACA JUGA : Lebih dari 125.000 Guru Myanmar Diskors karena Menentang
Kudeta itu mendapat kecaman dunia internasional dan Amerika Serikat menghentikan bantuan senilai US$700 juta.
Pasukan militer gabungan dilaporkan menjadi dalang penahanan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dalam kudeta tersebut. Para pejabat yang ditangkap itu termasuk para menteri kabinet dan anggota Dewan Kedaulatan Sudan.
Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa para demonstran berkumpul di jalanan Ibu Kota untuk memprotes penahanan para pejabat.
Pasukan utusan Amerika Serikat menyatakan telah menghubungi Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok setelah militer mengambil alih pemerintahan transisi, tetapi tidak dapat menghubunginya.
Sejak kudeta April 2019 berhasil menggulingkan mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir, militer dan kelompok masyarakat sipil pro-demokrasi terus berselisih. Mereka memperebutkan kursi pemerintahan meski telah sepakat berdamai dan membagi kekuasaan.
Akan tetapi, para pemimpin dari kelompok sipil menilai militer Sudan berupaya meraih kekuasaan yang lebih besar. Pertentangan kemudian menjadi salah satu alasan terjadinya kudeta pemerintahan di negara itu.
Pada 16 Oktober lalu, ribuan orang berkumpul di Istana Kepresidenan Khartoum untuk menyerukan transisi pemerintah Sudan dengan meminta militer mengambil-alih kekuasaan.
BACA JUGA : Korban Sipil Tewas Setelah Kudeta Myanmar Lebih dari 700
Pendemo kemudian meminta Panglima Angkatan Bersenjata Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Dewan Kedaulatan Sudan yang terdiri dari kelompok militer dan sipil untuk menggulingkan pemerintahan.
Kamis pekan lalu demonstrasi kembali terjadi di kota-kota besar Sudan untuk menyerukan turunnya penguasa dan menyatakan dukungan mereka pada pihak sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakpus Diselidiki Polisi
- Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni
- Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
- Lonjakan Penumpang YIA Jelang Lebaran 2026 Picu Extra Flight
- Trump: Mojtaba Khamenei Diduga Masih Hidup Meski Terluka
- Dishub DIY Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
Advertisement
Advertisement







