Biaya Transfer Antar Bank Turun Mulai Desember, Ini Ketentuannya

Nasabah melakukan transaksi elektronik lewat ATM Bank Mandiri di Jakarta, Senin (1/10/2019). Biaya transfer antar bank akan turun pada Desember 2021. - JIBI/Bisnis.com/Nurul Hidayat
26 Oktober 2021 14:17 WIB Ithamar Yaomi DC News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan biaya transfer antarbank segera diturunkan melalui program BI-FAST. BI FAST adalah sistem baru yang akan menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Sistem BI FAST bertujuan  untuk memfasilitasi transaksi kecil alias ritel. Pengawas sistem pembayaran ini semula menetapkan harga transfer antar Bank dari Rp6.500, akan diturunkan menjadi Rp2.500.

Penurunan biaya transaksi antar bank akan diberlakukan melalui program BI FAST Payment tahap I yang akan dimulai di pekan kedua Desember 2021.

Biaya transaksi antar bank di industri perbankan telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia atau PBI Nomor 14/23/PBI/2021 tentang Transfer Dana. Aturan ini menyatakan bahwa setiap penyelenggara penerima (transfer) berhak mengenakan biaya transfer dana selama memperhatikan aspek kewajaran.

Pada tahap awal, BI menetapkan batas maksimal nominal transaksi BI-FAST adalah sebesar Rp 250 juta per transaksi. Namun batas maksimal tersebut akan terus dievaluasi secara berkala, dengan mempertimbangkan kelancaran BI-FAST.

Berikut daftar calon bank yang telah ditetapkan oleh BI, dan akan menjalankan aturan BI FAST tahap I:

Bank Tabungan Negara (BTN)

Bank DBS Indonesia

Bank Permata

Bank Mandiri (Mandiri)

Bank Danamon Indonesia

Bank CIMB Niaga

Bank Central Asia (BCA)

Bank HSBC Indonesia

Bank UOB Indonesia

Bank Mega

Bank Negara Indonesia (BNI)

Bank Syariah Indonesia (BSI)

Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bank OCBC NISP

Bank Tabungan Negara UUS

Bank Permata UUS

Bank CIMB Niaga UUS

Bank Danamon Indonesia UUS

Bank BCA Syariah

Bank Sinarmas

Citibank

Bank Woori

Sumber : JIBI/Bisnis.com