Satu-satunya di Dunia, Jalan Kabupaten Membelah Rest Area Tol Jogja-Solo

Pengguna jalan melintas di Jl. Gedaren (Jatinom)-Manjungan (Ngawen) di Manjungan, Ngawen, Jumat (22/10/2021). Jalan kabupaten tersebut akan membelah rest area Tol Jogja-Solo. - JIBI/Solopos/Ponco Suseno
23 Oktober 2021 09:57 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Jalan Gedaren yang menghubungkan Jatinom-Manjungan, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, akan menjadi jalan kabupaten yang membelah rest area jalan Tol Jogja-Solo (Joglo).

Rest area jalan Tol Joglo di Manjungan, Kecamatan Ngawen, akan terbelah jalan kabupaten. Kondisi tersebut bakal menjadi ciri khas Tol Joglo. Terbelahnya rest area jalan tol itu diklaim tiada duanya di dunia.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Simak Persebaran Kawasan Rawan Bencana di Sleman Berikut Ini!

Kepastian terbelahnya rest area di Manjungan oleh jalan kabupaten menjadi kesimpulan penting dalam rapat koordinasi (rakor) pemaparan final pekerjaan konstruksi Tol Joglo antara Pemkab Klaten dengan PT JogjaSolo Marga Makmur (JMM) selaku pengembang Tol Jogja Solo di ruang B2 kompleks Setda Klaten, Kamis (2/9/2021) lalu. Pertemuan itu dihadiri jajaran Pemkab Klaten di bawah kepemimpinan Bupati Klaten, Sri Mulyani dan Pristi Wahyono selaku Direktur Teknik PT JMM.

"Jalan kabupaten yang akan membelah rest area ya jalur di depan kantor desa ini. Infonya, ini akan menjadi ikon satu-satunya di dunia," kata Kepala Desa (Kades) Manjungan, Kecamatan Ngawen, Dunung Nugraha, Jumat (22/10/2021).

Sekretaris Desa (Sekdes) Manjungan, Kecamatan Ngawen, Muh Iksan Kurniawan, mengatakan sebagian warga di desanya menyetujui rencana pembangunan Tol Jogja-Solo yang menjadi proyek strategis nasional. Sesuai rencana, sebanyak 100 bidang tanah di desanya bakal terdampak jalan tol tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari lahan pertanian, rumah warga, hingga tanah kas desa (TKD).

"Warga terdampak jalan tol di sini berada di Dukuh Mandang. Yang rumahnya terdampak jalan tol, kurang lebih ada 24 kepala keluarga [KK]. Untuk TKD sebanyak enam bidang. Warga di sini intinya manut saja terkait jalan kabupaten yang ada di desa sini, apakah mau dipertahankan atau dibelokkan. Hasil rapat di Pemkab Klaten beberapa waktu lalu, memang jalan di depan sini [Jl. Gedaren-Manjungan] akan dipertahankan [membelah rest area jalan Tol Jogja-Solo]," katanya.

Iksan Kurniawan berharap keberadaan rest area di Manjungan dapat menjadikan Desa Manjungan dapat dikenal masyarakat luas. Sejauh ini, Manjungan dikenal memiliki objek wisata air unggulan, yakni Umbul Susuhan yang berlokasi di pinggir Jl. Jatinom-Boyolali. "Dengan adanya jalan Tol Jogja-Solo, akses ke desa kami semakin bagus. Kebetulan, kami punya Umbul Susuhan. Semoga, semakin ramai pengunjungnya di waktu mendatang," katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, meminta jalan kabupaten di Manjungan tetap dipertahankan di tengah rest area Tol  Joglo. Kondisi rest area yang terbelah oleh jalan itu dinilai tak akan pernah ditemukan di daerah lain di Tanah Air kecuali di Klaten. "Rest area [di Manjungan, Kecamatan Ngawen] nanti terbelah. Ini justru akan menjadi ciri khas Klaten. Jadi inovasi dari pengembang juga," kata Sri Mulyani.

BACA JUGA: Dejan Jadikan Penalti Persib sebagai Kambing Hitam Hasil Buruk PSS Sleman

Hal senada disampaikan Direktur Teknik PT JMM, Pristi Wahyono. "Prinsipnya memang bisa dilakukan [rest area akan terbelah atau terpotong]. Tapi kami perlu konsultasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol [BPJT] juga. Nantinya, rest area yang terbelah itu akan menjadi ikon Tol Jogja-Solo di Klaten," katanya.

Luas tanah di Klaten yang terdampak Tol Jogja-Solo berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.