Tagar #PercumaLaporPolisi Turunkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melambaikan tangan kepada awak media usai menjalani pertemuan dengan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/3/2021). - Antara/Raisan Al Farisi
11 Oktober 2021 15:17 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menilai penghentian kasus pencabulan tiga orang anak di Kecamatan Maili, Luwu Timur Sulawesi Selatan yang berbuntut tagar #PercumaLaporPolisi sudah menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengemukakan, bahwa dirinya khawatir kasus lain yang ditangani oleh Polri tidak akan professional seperti perkara pencabulan tiga orang anak di Luwu Timur yang mendadak dihentikan. Menurut Sugeng, hal itu menunjukkan bahwa hukum yang dipedomani oleh Polri tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

BACA JUGA : Usut Dugaan Kekerasan Seksual, Mabes Polri Terjunkan Tim Khusus ke Luwu Timur

"Sudah saatnya Kapolri Listyo Sigit  bekerja keras melakukan bersih-bersih di satuan reserse," tutur Sugeng dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/10/2021).

Sugeng berpandangan, bahwa Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo harus mengikuti jejak para seniornya, salah satunya Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri ketika menangani kasus Gayus Tambunan.

"Saat itu beberapa anggota Polri terlibat. Karena itu, BHD mengeluarkan jurus dengan istilah Ayo Kita Keroyok Reserse," katanya.

Menurut Sugeng, tagar #PercumaLaporPolisi itu, menjadi pembelajaran berharga bagi institusi Polri untuk melakukan pembenahan dan perubahan ke depan, terutama di bidang reserse yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat. 

"Curhatan dari masyarakat akan semakin banyak, baik soal tebang pilih, kriminalisasi atau rekayasa kasus. Beberapa laporan polisi yang bermasalah juga diadukan ke IPW," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia