Gelombang Tinggi Bayangi Pantai Selatan Jawa

Kondisi cuaca maritim di Indonesia per 7 Oktober 2021 - BMKG
07 Oktober 2021 22:37 WIB M Faisal Nur Ikhsan News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku sejak Kamis (7/10/2021) hingga Sabtu (9/10/2021).

Prakirawan BMKG Gatot Defriyantoro memprediksikan gelombang setinggi 2,5-4 meter yang berpeluang terjadi di pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Seperti dikutip JIBIĀ dari siaran pers, wilayah Selat Sunda bagian barat dan selatan serta Samudera Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi tersebut.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivtias di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," jelas Gatot.

Dalam peringatan dini tersebut, diprediksikan pola angin di Indonesia bagian selatan akan dominan bergerak dari timur ke tenggara. Kecepatan angin berkisar di angka 8-20 knot. Sementara itu, di kawasan Indonesia bagian utara, angin bertiup dari selatan ke barat dengan kecepatan 5-25 knot.

Fenomena cuaca yang terjadi di Laut China Selatan jadi penyebab tingginya gelombang laut. BMKG mencatat pusat tekanan rendah di angka 1.004 hPa terpantau di Laut China Selatan.

Dalam peringatan dini cuaca yang dirilis BMKG pada 6 Oktober 2021 lalu, fenomena cuaca di Laut China Selatan tersebut dikategorikan sebagai bibit siklon tropis dengan kode 92W. Kecepatan angin maksimum di wilayah tersebut tercatat di angka 20 knot.

Selain mempengaruhi gelombang laut, fenomena cuaca di Laut China Selatan tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di Indonesia. Sejumlah daerah di wilayah utara Indonesia diprediksikan bakal mengalami hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada 6-8 Oktober 2021.

Secara khusus, peringatan dini cuaca buruk dikeluarkan BMKG untuk wilayah Jawa Tengah pada 7-8 Oktober 2021. Pada periode tersebut, Jawa Tengah berpotensi mengalami cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat dan petir, serta hujan es. Dampak yang ditimbulkan dari potensi cuaca ekstrem tersebut adalah banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, serta jalan licin.

Memasuki periode musim hujan, BMKG juga memberikan peringatan potensi banjir tingkat menengah bagi 7 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Ketujuh wilayah dengan potensi menengah tersebut antara lain Banjarnegara, Banyumas, Kebumen, Magelang, Purbalingga, Purworejo, serta Wonosobo.

Sumber : JIBI/Bisnis.com