Advertisement

Biaya Masuk SD Swasta di Kota Solo Capai Rp 21 Juta

Newswire
Minggu, 03 Oktober 2021 - 22:37 WIB
Budi Cahyana
Biaya Masuk SD Swasta di Kota Solo Capai Rp 21 Juta Orang tua murid mengawasi anaknya pada hari pertama masuk sekolah di Sekolah Dasar Negeri 08 Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Senin (16/7/2018). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2018-2019 dimulai secara serentak di Indonesia pada Senin 16 Juli. - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO - Biaya masuk SD swasta di Kota Solo, Jawa Tengah, tercatat capai puluhan juta rupiah.

Informasi itu disampaikan oleh salah satu wali murid bernama Puji Astuti.

Puji mengatakan, telah mendaftarkan anaknya di salah satu sekolah swasta favorit di Banjarsari, Solo. Ia mendaftarkan anak keduanya di sekolah tersebut lantaran anak sulungnya juga bersekolah di situ.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Biaya pendaftarannya Rp300.000. Tapi total biaya masuk yang harus kami keluarkan ketika anak saya dinyatakan diterima kelak sekitar Rp14,9 juta. Saya daftar kemarin mumpung masih gelombang istimewa,” terangnya dilansir dari  Solopos.com, Minggu (3/10/2021).

Puji merinci biaya Rp14,9 juta itu terdiri biaya uang gedung Rp11,8 juta, uang seragam Rp850.000, SPP Rp800.000, buku-buku Rp800.000. Kemudian registrasi program khusus Rp150.000 serta wakaf pendidikan minimal Rp500.000.

Ia mengaku sengaja mendaftarkan anak keduanya lebih awal di SD tersebut agar menghemat biaya. 

Sebab bila tak kunjung mendaftarkan anaknya, biaya yang harus dikeluarkan semakin besar.

“Saya daftar di hari terakhir gelombang istimewa,” sambungnya.

Ibu-ibu asal Solo itu mengatakan, bila tak mendaftarkan anaknya pada gelombang istimewa, biaya masuk sekolah swasta yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp21,2 juta. 

Advertisement

“Biaya total yang masuk dari gelombang reguler sampai Rp21,2 juta. Selisih biayanya lumayan itu,” katanya.

Tanggapan anggota DPRD

Menanggapi tingginya biaya masuk SD swasta di Solo itu,  Anggota Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro menilai hal yang wajar.

Pasalnya, semua pembiayaan sekolah swasta seperti honor guru dan lainnya mengandalkan pemasukan dari orang tua siswa atau wali murid.

Advertisement

“Dari sisi waktu belajar juga lebih panjang. Karena lebih panjang, otomatis banyak tambahan pelajaran yang menjadi ciri khas sekolah swasta. Ini lah yang menjadikan salah satu item biaya sekolahnya mahal, ada pembelajaran life skill,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Meski Sudah Ribuan Pinjol Ilegal Ditutup, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Jogja
| Senin, 26 September 2022, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement