Pertama Kalinya, Keraton Solo Berkolaborasi Rayakan Hari Batik

Kraton Kasunanan Surakarta. - Wikipedia
03 Oktober 2021 10:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO-Peringatan Hari Batik Nasional di Solo tahun ini bisa dikatakan istimewa. Sebab Keraton Solo untuk pertama kalinya terlibat dalam kolaborasi merayakan Hari Batik.

Perayaan besar ini bakal diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (2-3/10/2021). Kegiatan diadakan di sejumlah pusat kebudayaan Kota Solo yakni Keraton Kasunanan Surakarta, Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Museum Batik keris, dan Museum Batik Danar Hadi.

Acara di Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman mengusung tema Srawung Batik Nusantara (SBN). Dalam jumpa pers di Bangsal Semarakata Keraton Solo, Jumat (1/10/2021), koordinator SBN Heru Mataya mengatakan acaranya nanti bakal diisi sejumlah kegiatan edukasi.

Konsepnya yakni mempertemukan kreator-kreator batik dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertukar ide, pengalaman, dan saling berbagi kisah sejarah batik lokalnya. Sekaligus kisah bagaimana industri batik lokal menghadapi situasi krisis ekonomi di masa pandemi.

Acara dilanjutkan dengan dongeng di kampung batik oleh sejarawan, anugerah untuk para pekerja batik, kelas kreasi, bedah buku, talkshow, fashion show, hingga belanja online. Mengingat masih dalam masa pandemi, Heru menjelaskan acara akan diselenggarakan secara hybrid.

Baca juga: Kabar Baik untuk Buruh, Penerima Subsidi Gaji Ditambah

Peserta luring atau offline maksimal 15 orang dan daring atau online/virtual maksimal 100 orang per kelas. Para peserta akan disuguhi hiburan musik tradisional yakni musik keroncong dan musik etnik. “Rangkaian kegiatan seru lainnya adalah jelajah batik yang dilaksanakan di Museum Batik Keris dan Museum Batik Danar Hadi,” kata Heru.

Program kolaborasi merayakan Hari Batik Nasional di Solo semakin menarik dengan keterlibatan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo.

Keraton turut memeriahkan acara dengan menggelar talkshow dan bedah batik karya keluarga Keraton pada Sabtu pagi. Dilanjutkan defile batik oleh para prajurit.

Pangageng Keraton Solo untuk hubungan dalam dan luar negeri, Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipokusumo, mengatakan ini kali pertama Keraton Solo ikut terlibat dalam perayaan HBN.

Ini merupakan upaya Keraton sebagai pusat kebudayaan turut andil dalam upaya pelestarian wastra Nusantara. Apalagi Keraton Solo juga memiliki banyak koleksi batik lawasan yang dibuat oleh keluarga maupun kerja sama dengan sejumlah pengajin binaan mereka.

Acara di Keraton Kasunanan nanti bakal diselenggarakan secara hybrid. Mereka membuka kesempatan untuk peserta terbatas. Lalu disiarkan secara daring di kanal YouTube untuk mewadahi masyarakat luar yang ingin menyaksikan acara.

“Ini sudah saatnya kita saling sinergi untuk merayakan Hari Batik Nasional. Semua saling kolaborasi dengan tujuan yang sama yakni melestarikan warisan busaya ini,” kata Febri.

Melihat Koleksi Eksklusif Danar Hadi

Acara lainnya yakni pameran Living in Heritage di Ndalem Wuryo Ningratan-House of Danar Hadi Solo. Masyarakat dipersilakan menyaksikan koleksi eksklusif batik Danar Hadi hasil karya sang pemilik yang juga Maestro Batik Nusantara, H Santosa Doellah.

Pada momen spesial ini Museum Batik Danar Hadi bahkan memberikan potongan harga 15% khusus prosuk Living in Heritage serta potongan harga tiket masuk museum yang sudah vaksin pertama dan kedua.

Sementara Museum Keris yang tergabung dengan program Srawung Batik menata ulang ruangan mereka agar terasa lebih dekat dengan masyarakat.

Plt kepala Dinas Pariwisata Solo, Aryo Widyandoko, dalam rilis yang diterima Solopos.com--jaringan Harianjogja.com mengatakan melalui penyelenggaraann HBN ini Pemkot Solo juga mengajak masyarakat berperan aktif serta berkolaborasi untuk mendukung industri batik.

Tujuannya mendorong sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik agar terus tumbuh. Apalagi sektor tersebut jadi salah satu tumpuan ekonomi di masa pandemi. “Karena sesungguhnya mencintai batik adalah tanggung jawab setiap kita sebagai Bangsa Indonesia yang berbudaya,” kata Aryo.

Sumber : Solopos.com