Banyumas Kaji Motor Listrik untuk Kades dan Penilik, Ini Alasannya
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.
Seorang anggota TNI belajar menanam tanaman jagung kepada seorang petani di Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Rabu (7/11/2018)/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah berupaya mengendalikan fluktuasi harga jagung di pasaran. Salah satu upayanya, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian BUMN menugaskan Perum Bulog untuk memasok 30.000 ton jagung pakan kepada peternak rakyat dengan harga yang sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yaitu Rp4.500 per kg seiring tingginya harga jagung di pasaran.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (30/9/2021), mengatakan pemerintah telah melakukan rapat koordinasi terbatas dan menetapkan pengadaan 30.000 ton jagung pakan seharga Rp4.500 per kg kepada peternak rakyat dilakukan oleh Bulog dengan mekanisme Cadangan Stabilitas Harga Pangan (CSHP).
Hal tersebut, kata dia, dilakukan sebagai langkah intervensi pemerintah terhadap fluktuasi harga jagung di pasaran yang jauh melebihi HAP sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.
Baca juga: Kunjungan Malioboro Mulai Dibatasi Pakai Aplikasi Khusus
Mekanisme tersebut, lanjut Oke, sama halnya dengan intervensi pemerintah dalam stabilisasi harga beras di pasaran yang biasa dilakukan oleh Bulog ketika harganya mulai menanjak naik. Yang membuat perbedaan, kata dia, adalah Bulog memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang siap segera digelontorkan untuk menstabilkan harga di pasaran, sementara untuk jagung belum memiliki cadangan.
"Bulog tidak ada cadangan jagung pemerintah, sehingga begitu ditugaskan intervensi ke peternak seharga Rp4.500 per kg, Bulog harus cari-cari dulu," ujar Oke.
Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Isy Karim mengungkapkan langkah yang diambil pemerintah untuk memasok jagung ke peternak rakyat dengan menyerap jagung dari petani lokal.
Ia mengungkapkan pemerintah tidak mengambil opsi impor jagung karena harga per kg lebih dari Rp5.000, tidak lebih murah dari harga penjualan ke peternak rakyat sebesar Rp4.500 per kg. Oleh karena itu pemerintah lebih memilih untuk membeli jagung petani dalam negeri, meskipun harga di pasaran juga sudah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.
Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu siswa masuk Sekolah Rakyat pada 2027. Program ini difokuskan untuk anak kurang mampu, putus sekolah, dan anak jalanan d
UMKM di Sleman menyerap 366.378 tenaga kerja hingga Mei 2026. Kapanewon Depok menjadi wilayah dengan jumlah pekerja dan unit usaha terbanyak, didukung aktivitas
Analisis APK mengungkap indikasi fitur baru ChatGPT yang memungkinkan pengguna membuat stiker WhatsApp langsung dari perintah teks. OpenAI belum memberikan konf
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan Daily Telegraph mengungkap dugaan hubungan gelap dengan mantan karyawan UEFA yang menerim
Presiden AS Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif baru untuk memperketat aturan kewarganegaraan dan membatasi praktik birth tourism. Kebijakan ini