Hasil Survei Indikator: Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Jokowi Turun

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2021 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8 - 2021). Poll
26 September 2021 19:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan bahwa tren kepercayaan masyarakat pada pelaksanaan demokrasi di Indonesia hanya mencapai 44,1 persen, sedangkan yang puas pada pelaksanaan demokrasi hanya 47,6 persen.

Dari hasil survei, mereka yang puas terdiri dari sangat puas 0,4 persen, dan cukup puas 47,1 persen. Sementara itu yang tak puas terdiri dari kurang puas 37,1 persen dan tidak puas sama sekali 7 persen serta responden yang tidak menjawab/tidak tahu adalah 8,3 persen.

Dikutip dari laman Indikator Politik Indonesia, Minggu (26/9/2021), responden yang merasa tidak puas atas kinerja demokrasi Indonesia tercatat naik dari 32 ke 44 persen.

Lebih lanjut, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden, hasil survei menunjukkan cenderung terjadi penurunan yakni 59 persen pada Juli 2021 menjadi 58 persen per September 2021.

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Belum Diberhentikan dari Kursi Wakil Ketua DPR RI

Meski terlihat turun tipis, tapi jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19 angka ini jauh merosot yakni dari 70 persen pada Februari 2020.

Namun, terkait kinerja presiden dalam penanganan pandemi, responden yang merasa sangat puas mencapai 4,8 persen dan cukup puas 57 persen. 

Sebaliknya, responden yang merasa kurang puas mencapai 31,8 persen dan tidak puas 2,9 persen.

“Dukungan dan apresiasi warga sangat tinggi terhadap berbagai upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi, termasuk program vaksinasi,” tulis Indikator Politik Indonesia dalam salah satu poin kesimpulan.

Adapun, survei Indikator Politik Indonesia soal demokrasi ini dilakukan pada 17 hingga 21 September 2021. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang diwawancarai via telepon. 

Para responden yang dipilih secara acak merupakan mantan responden tatap muka yang sebelumnya pernah diwawancara oleh Indikator.

Sumber : Bisnis.com