Antisipasi Naiknya Kasus Covid-19, Sekolah Disarankan Daring & Luring

Juru Bicara Pemerintah Dokter Reisa Broto Asmoro di Kantor Presiden, Senin (21/9 - 2020) / Youtube Setpres
23 September 2021 08:47 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menyampaikan sejumlah sekolah mulai mengombinasikan sistem belajar daring dan luring (hybrid) dan patut untuk dicontoh sekolah lain.

Menurutnya, konsep ini perlu dibiasakan dalam proses belajar mengajar selama pandemi. Bahkan, ada kemungkinan konsep ini akan terus berlanjut setelah pandemi usai.

"Beberapa sekolah di Jawa Tengah mulai mendiskusikan blended hybrid learning sebagai opsi praktik belajar mengajar. Terutama untuk mengantisipasi naik turunnya kasus Covid-19, atau kita kenal sebagai naik turunnya level PPKM," tuturnya lewat konferensi pers virtual, Rabu (22/9/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan hingga hari ini perkembangan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang telah berjalan di sejumlah sekolah. PTM telah mengajarkan banyak hal terhadap guru, orang tua, dan peserta didik lainnya.

Pertama dari pelaksanaan PTM terbatas adalah pemandangan kedatangan dan kepulangan sekolah dipenuhi oleh ketertiban antrean.

Kedua, lama mengantar dan menjemput anak dari dan ke sekolah kembali membudaya di antara hampir seluruh orang tua yang anaknya mengikuti percobaan PTM terbatas.

"Karena banyak pihak sekolah yang mewajibkan orang tua mengantar dan menjemput anaknya untuk meminimalisasi risiko tertular Covid-19 dalam perjalanan pergi ataupun pulang dari sekolah," ujarnya.

Dia menegaskan, kunci keberhasilan PTM terbatas bergantung pada kedisiplinan masyarakat, guru, orang tua, dan murid. Apabila situasi kondusif PTM terbatas terus terjaga, sistem pembelajaran tersebut akan berlanjut.

Namun sebaliknya, bila kedisiplinan menurun dan kasus meningkat kembali, PTM terbatas harus dikurangi dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali menjadi opsi.

"Hal ini sesuai dengan public health and social measures WHO yang kita rujuk sebagai indikator level PPKM," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk disiplin dalam mengikuti aturan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia