Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Kepemilikan Sepeda Motor Terbanyak

Ilustrasi. - Antara
21 September 2021 16:47 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut Indonesia masuk tiga besar negara dengan jumlah kepemilikan sepeda motor terbanyak setelah Amerika Serikat (AS) di posisi pertama dan Turki di peringkat kedua.

“Kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia saat ini cukup tinggi sekali. Bahkan, kita masuk 3 negara dengan kepemilikan sepeda motor terbesar di dunia,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam webinar Indonesia Youth Road Safety Warriors, Selasa (21/9/2021).

Dia menuturkan, sebanyak 80 persen kendaraan di Indonesia didominasi oleh sepeda motor, dengan 14 persen di antaranya ada di Jakarta.

Hal itu kemudian berdampak terhadap kemacetan di jalan, penggunaan bahan bakar yang tinggi, serta angka kecelakaan dan fatalitas yang tinggi pula.

“Sampai dengan September 2020, data yang kami dapatkan dari Korlantas Polri yang meninggal dunia karena kecelakaan ada 23.529 orang. Angka itu cukup tinggi dengan rata-rata tiap bulan itu 2.600 yang meninggal,” sebutnya.

Kendati begitu, dia mengakui bahwa pertumbuhan sepeda motor tidak terkendali karena mudahnya kepemilikan dan pembelian unitnya. Oleh karenanya, Kemenhub kini terus berupaya memitigasi kejadian kecelakaan dan meningkatkan aspek keselamatan.

Dia menyebut, salah satu yang dilakukan pemerintah saat ini adalah meningkatkan sarana transportasi ramah lingkungan yang diharapkan secara bertahap dapat mengganti budaya masyarakat agar lebih memperhatikan masalah keselamatan dan lingkungan.

“Saya melihat ke depan transportasi yang harus kita dorong dan bangun betul adalah transportasi yang berbasis angkutan umum/massal dan green transportation. Contohnya, penggunaan sepeda, sepeda listrik, dan pejalan kaki,” ucap Budi.

Bukan itu saja, pihaknya juga terus mengembangkan program pengadaan bus dengan skema Buy The Service (BTS), yaitu kendaraan bus yang dibiayai pemerintah. Program itu telah hadir di lima kota besar pada tahun lalu, yakni Solo, Palembang, Yogyakarta, Medan, dan Denpasar.

“Pada tahun ini kami rencanakan ada lima kota lagi yang bakal menyusul, yaitu Bandung, Surabaya, Makassar, Banyumas, dan Banjarmasin. Kami harapkan kehadiran program ini bisa mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan bermotornya untuk ke angkutan umum yang ada,” tambahnya.

Budi menilai, aspek keselamatan berkendara harus terus digalakkan. Sebab, meskipun saat ini jumlah korban meninggal dunia banyak akibat pandemi Covid-19, yaitu sekitar 140.000 orang, namun suatu saat pandemi akan berakhir.

“Kecelakaan lalu lintas kan bisa terjadi setiap tahun. Artinya dengan kondisi keselamatan yang kurang baik saat ini harusnya kita menyadari, baik pemerintah maupun masyarakat bagaimana kita mencegahnya,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com