Desain Komunikasi Visual Bisa Pengaruhi Kultural & Moral Masyarakat

Seminar daring bertajuk Desain Komunikasi Visual Dalam Ruang Multidisiplin Ilmu, Teknologi, dan Industriyang digelar oleh Prodi DKV ISI Jogja, Senin (20/9/2021). - Ist.
21 September 2021 05:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Desain Komunikasi Visual (DKV) sebagai cabang ilmu yang mempelajari komunikasi kreatif saat ini sedang populer di tengah kemajuan teknologi. DKV yang kian diminati dan dibutuhkan kini dalam implementasinya mampu mempengaruhi kultural dan moral masyarakat. Oleh karena itu perlu banyak pijakan multidisiplin ilmu lainnya.

Hal ini dibahas dalam seminar daring bertajuk Desain Komunikasi Visual Dalam Ruang Multidisiplin Ilmu, Teknologi, dan Industri yang digelar oleh Prodi DKV ISI Jogja, Senin (20/9/2021). Ketua Sseminar Nasional DKV ISI Jogja Arief Agung Suwasono DKV memiliki tanggungjawab di tengah masyarakat. Selain sebagai pengetahuan yang hidup, komunikasi visual ini telah mengisi sendi kehidupan manusia dalam berbagai dimensi, baik hiburan, bisnis, teknologi hingga komunikasi informasi.

“Sehingga turut membentuk konstruksi kultural serta moral masyarakat. Inilah mengapa kami menyelenggarakan seminar ini untuk memperluas bagaimana wacana tentang desain dihadapkan pada kemajuan era saat ini,” kata Arief dalam rilisnya.

Kaprodi DKV ISI Jogja Daru Tunggul Aji menambahkan saat ini riset DKV tidak hanya berpijak pada ranah seni dan desain saja. Namun juga multidisiplin ilmu lainnya seperti antropologi, sosiologi, sastra filsafat dan lainnya untuk memperkaya referensi.

“Karena perlu menghadirkan ruang diskusi akademik hal ini bertujuan untuk menambah perspektif sekaligus menambah pergaulan akademik maupun nonakademik yang berguna bagi perkembangan DKV sebagai sebuah disiplin kelimuan,” katanya.

Dosen Ilmu Komunikasi UMY Filosa Gita Sukmono yang hadir dalam seminar itu menjelaskan ada lima hal penting yang perlu diperhatikan terkait DKV dalam lingkaran ilmu komunikasi. Antara lain terkait mazhab transmisi pesan, mazhab produksi dan pertukaran makna. “Kemudian karya-karya DKV mempengaruhi masyarakat dalam tradis sosiopsikologis, objek kajian tradisi semiotik, dan bahan kritik dari tradisisi kritis,” katanya.

Selain itu, Dosen Universitas Kristen Petra Surabaya Listia Natadjaja menyajikan presentasi dengan tajuk Kolaborasi dalam Ruang Multi Disiplin Ilmu melalui Service-Learning (S-L) di Era Pandemi. Kemudian M. Faisal Rahman dari Prodi DKV memaparkan perihal Industri Mainan Sebagai Alur Utama Ide Bisnis Animasi.