Advertisement
1.000 Relawan di DIY Jadi Sasaran Peningkatan Kapasitas dari Satgas Covid-19
Sejumlah calon relawan mengantre untuk melakukan tes kesehatan di Komplek Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Sebanyak 1.000 Relawan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjalani rangkaian kegiatan Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas dari Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 11-17 September 2021.
Ketua Sub-bidang Logistik BKR Satgas Covid-19 Yono Reksoprodjo mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dimulai dari Pelatihan Supervisi Lokal pada 11 September 2021, lalu Praktik Mengajar Fasilitator sehari setelahnya, dan Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan Covid-19 selama lima hari yang dimulai pada hari ini hingga 17 September 2021.
Advertisement
“Dalam jangka waktu lima hari tersebut, setiap harinya akan dilakukan sesi pelatihan yang dibagi ke dalam empat kelas dengan jumlah peserta 25 orang dalam tiap kelasnya. Jadi total peserta program pelatihan relawan berjumlah 1.000 orang dengan 200 relawan yang mengikuti pelatihan tiap harinya,” kata Yono melalui keterangan resmi, Senin (13/9/2021).
Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM di Jawa-Bali Hingga 20 September
Seluruh relawan akan mendapatkan lima materi pelatihan yang terdiri dari Pencegahan, Penyebaran dan Kebijakan 3M; Gerakan 3T (Tracing, Treatment, Testing); Relawan dan Kerelawanan; Teknik Berkomunikasi Efektif; dan Penggunaan Instrumen Monitoring Relawan Bersatu Lawan Covid (BLC).
Yono berpesan kepada para relawan agar mengikuti pelatihan ini dengan baik serta menularkan kepada anggota keluarga serta masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dia berharap pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari ke depan benar-benar membentuk 1.000 orang yang akan menjadi agen perubahan perilaku yang membawa inspirasi dan harapan dalam penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca juga: Masih Banyak Wisatawan Nekat Masuk Pantai Glagah
Deputi 2 Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi mengatakan bahwa untuk mengendalikan Covid-19 perlu berbagai macam pendekatan yang menyasar tepat pada titik akar permasalahan.
Menurutnya, gerakan relawan ini adalah bentuk kewaspadaan sekaligus kemandirian dengan menggerakan masyarakat sebagai ujung tombak.
“Upaya ini juga merefleksikan budaya gotong royong, sekaligus pengejawantahan prinsip demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” katanya.
Selain itu, sambungnya, gerakan antisipasi dan penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk Covid-19, semestinya perlu melibatkan seluruh pihak melalui penerapan sinergi pentahelix.
Asisten Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta Aris Riyanto menambahkan bahwa sejak awal pandemi, Pemerintah DIY memposisikan masyarakat sebagai subjek sekaligus partner aktif dalam pencegahan Covid-19.
Menurutnya, kedispilinan dan kepedulian masyarakat adalah output yang dikehendaki dari berbagai pendekatan yang diformulasikan oleh Pemerintah DIY.
“Oleh karena itu, perlu kita syukuri bersama bahwa rasa peduli itu masih lekat dalam kehidupan sosial masyarakat DIY,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
- Banjir Tak Halangi Ela dan Muhadi Gelar Resepsi Pernikahannya
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Gelombang Panas Ekstrem Landa Chile, Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 20 Januari 2026
- Update Jadwal KA Prameks Tugu Jogja-Kutoarjo 20 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda DIY Hari Ini, Selasa 20 Januari
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 20 Januari 2026
- Cek Jadwal Lengkap KA Bandara YIA 20 Januari 2026
- Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini, Sleman, Bantul dan Gunungkidul
Advertisement
Advertisement




