Menkominfo Sebut Komunikasi Publik Tak hanya Promosikan Aktivitas Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memberikan penjelasan di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
31 Agustus 2021 08:37 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan bahwa kondisi geopolitik, ekonomi global, dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memerlukan peningkatan kapabilitas sistem komunikasi publik nasional.

Menurutnya, dinamika perubahan situasi geopolitik dan ekonomi global, serta perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) yang pesat menjadi tantangan bagi pembangunan dan penyelenggaraan komunikasi publik nasional.

"Kita perlu segera memutakhirkan dan meningkatkan kapabilitas sistem komunikasi publik nasional agar sistem tersebut sigap mengikuti dinamika perubahan yang terjadi," katanya dalam sambutan Konvensi Pranata Humas yang berlangsung virtual dari Jakarta, Senin (30/08/2021). 

Tuntutan ini makin dirasakan urgensinya, sejalan dengan pencapaian tujuan nasional melalui pewujudan visi Indonesia 2045, yakni Indonesia yang berdaulat, maju, adil dan makmur.

Menurut Johnny, kredibilitas pemerintah perlu dibangun secara holistik. Komunikasi publik tidak hanya untuk mempromosikan aktifitas pemerintah.

"Kita pun butuh menjangkau publik melalui berbagai cara agar partisipasi publik dalam pembangunan nasional dapat difasilitasi," tandasnya.

Baca juga: Bed Isoter Kurang Diminati, Pasien Isoman di Sleman Masih Tinggi

Johnny menjelaskan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menyusun grand design sistem komunikasi publik nasional tahun 2020-2045. Katanya, 2020—2024 merupakan tonggak pertama pembangunan dan penyelenggaraan komunikasi publik.

Dalam fase itu, menurutnya beberapa sasaran harus dicapai oleh seluruh elemen komunikasi publik, termasuk Pranata Humas sebagai sumber daya manusia dalam pengelolaan komunikasi publik, antara lain pengembangan kapasitas organisasi dan kelembagaan komunikasi publik dan pengembangan sistem manajemen komunikasi publik.

"Berkaitan dengan SDM ada sasaran pembentukan, penyesuaian kembali, dan peningkatan keterampilan SDM; kemudian pengembangan sistem standarisasi dan sertifikasi SDM; dan peningkatan literasi media, literasi data, dan literasi informasi masyarakat sebagai bagian dari publik," paparnya.

Selain itu, pada 2021, sasaran pengembangan komunikasi publik mencakup pembentukan lembaga atau kelompok relawan komunikasi publik dari kalangan generasi milenial; peningkatan peran media tradisional, media konvensional, dan media baru dalam komunikasi publik; serta peningkatan produksi konten-konten komunikasi publik untuk mendukung keberhasilan 4 (empat) pilar pembangunan Indonesia 2045.

Sumber : bisnis.com