Wisuda Daring, Peserta: Meski Sedih, Akan Jadi Kenangan Indah

Peserta wisuda UAD saat menyampaikan sambutan secara daring, Sabtu (28/8/2021). - Ist.
29 Agustus 2021 05:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Momentum wisuda sarjana menjadi salah satu kenangan terindah dalam hidup seseorang. Biasanya mereka berfoto bersama keluarga seusai pelaksanaan di lingkungan kampus.

Tetapi kondisi itu tak bisa dirasakan oleh para mahasiswa yang menjalani wisuda di saat pandemi. Karena prosesinya dilakukan secara daring dan para peserta melakoninya dengan duduk di rumah. Salah satu peserta wisuda dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja Susilowati Hani Pratiwi melalui sambutannya mewakili para peserta lainnya mengakui adanya perasaan sedih, namun ia memotivasi teman-temannya karena proses itu akan menjadi kenangan indah di kemudian hari.

BACA JUGA : Unisa Laksanakan Wisuda Periode Maret 2021 Secara Daring

“Walau pun mungkin saat ini terasa sedih, akan tetapi peristiwa ini akan menjadi kenangan indah dikemudian hari, kita akan menyambut dengan suka cita, kita akan menyandang gelar akademik dari masing-masing disiplin ilmu. Saya yakin perjuangan yang akan kita lakukan tidak sia-sia,” katanya disiarkan melalui Youtube, Sabtu (28/8/2021).

Mahasiswa yang telah lulus dari Prodi Ilmu Hukum ini mengajak teman-temannya untuk bersyukur karena wisuda daring akan menjadi momentum bersejarah. Karena mereka menjadi pelaku sejarah menjalani upacara wisuda di tengah pandemi yang melanda di berbagai negara. “Semoga pandemi segera berakhir, agar kita semua lebih leluasa beraktivitas, baik di kampus maupun masyarakat,” ucapnya.

Rektor UAD Muchlas mengatakan awalnya akan menggelar wisuda perpaduan antara daring dan luring namun karena masih dalam status PPKM maka harus mengikuti anjuran pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19. “Wisuda itu diikuti 478 peserta terdiri atas 423 sarjana dan 42 magister,” ujarnya.

BACA JUGA : Wisuda STTA Yogyakarta Digelar secara Daring

Meski digelar secara daring namun tidak mengurangi makna dari peristiwa penting tersebut. Pelaksanaan secara daring merupakan cara unik dalam memandang sebuah tragedi atau musibah dalam hal ini pandemi Covid-19. “Ini akan menjadi semangat dari para peserta wisuda dalam melaksanakan pengabdian dan mengamalkan ilmunya,” ucapnya.