Luhut: Setiap Pelabuhan Harus Ada Barcode-nya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Antara\\r\\n\\r\\n
21 Agustus 2021 17:07 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) mendorong stakeholder agar bisa mengimplementasikan National Logistic System (NLE) di 10 pelabuhan setelah Batam. Tak hanya itu, ia juga meminta agar layanan PeduliLindungi bisa diintegrasikan di pelabuhan.

Seperti diketahui, guna mempercepat implementasi Instruksi Presiden No. 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Menteri Koordinator Luhut Binsar Pandjaitan membahas perkembangan National Logistic Ecosystem (NLE) atau Ekosistem Logistik Nasional bersama berbagai Kementerian/Lembaga terkait perkembangannya.

Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan meminta agar seluruh pihak bekerja sama memantau perkembangan NLE setiap bulannya sehingga kendala yang ada bisa segera diperbaiki.

"Saya minta kepada semua, target kita 10 pelabuhan setelah Batam. Coba disusun timetable-nya dan kendalanya apa. Akan kita address [selesaikan] satu-satu supaya semuanya jalan," ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (21/8/2021).

Selain itu, dia juga mengusulkan agar layanan PeduliLindungi bisa diintegrasikan di pelabuhan, guna menjamin keamanan di tengah pandemi.

“Terintegrasilah semua itu. Karena ini sedang pandemi, Peduli Lindungi akan dimasukkan ke dalam pelabuhan agar bila ada orang mau masuk harus pakai barcode. Setiap pelabuhan harus ada barcode-nya dan harus bertanggung jawab. Kalau dia Covid dan belum vaksin gak boleh masuk,” terangnya.

Baca juga: Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Optimalkan Anggaran JPS

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia Kalake mengatakan untuk memperbaiki kondisi logistik di Indonesia, disusunlah Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 5/2020 tentang Penataan Ekonomi Logistik Nasional. Pemerintah membangun Ekosistem Logistik Nasional/NLE untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan daya saing, dan menciptakan peluang yang berbasis digital. Eksportir dan importir hanya perlu melakukan transaksi melalui sebuah platform daring.

Ayodhia juga menjelaskan bahwa aplikasi ini menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan sarana pengangkut hingga barang tiba di gudang, berorientasi pada kerja sama antar instansi pemerintah dan swasta.

Selain itu, telah dilakukan peluncuran Batam Logistics Ecosystem (BLE) yang sama-sama menyederhanakan proses logistik di pelabuhan yang diharapkan mampu meningkatkan investasi dan menurunkan biaya logistik nasional.

Penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5 persen menjadi sekitar 17 persen pada 024 sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 18/2020 dan Instruksi Presiden Nomor 5/2020.

Nantinya, sistem BLE ini juga akan dijadikan percontohan untuk digunakan secara nasional di berbagai pelabuhan di Indonesia, termasuk Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Patimban, Tanjung Mas, Teluk Lamong, Tanjung Perak, Benoa, Soekarno Hatta, Tenau, Nambo Kendari, dan Bitung.

Sumber : bisnis.com