26 Ibu di Klaten Meninggal Dunia karena Covid-19

Ilustrasi - Antara/Novrian Arbi
18 Agustus 2021 23:17 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN–Sebanyak 26 ibu di Klaten meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19 sejak awal 2021. Guna mencegah angka kasus ibu hamil meninggal gegara Covid-19, vaksinasi dikebut serta ruang khusus ibu hamil dan menyusui di tempat isolasi terpusat disiapkan.

Ibu yang meninggal dunia karena Covid-19 beragam. Ada yang meninggal dunia saat masa kehamilan, proses persalinan, dan nifas (rentang waktu 40 hari setelah persalinan). Salah satu penyebab ibu terpapar Covid-19 dari mobilitas tinggi dari ibu hamil atau anggota keluarga mereka.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Tuti Nurharyanti, mengatakan jumlah total ibu meninggal dunia sejak Januari 2021 hingga saat ini sebanyak 39 orang. Dari jumlah itu, ada 26 orang meninggal dunia karena Covid-19. "Selain 26 orang itu, ibu meninggal dunia karena penyebab lain. Ada jantung, diabetes, serta hipertensi," kata Tuti saat ditemui wartawan di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (18/8/2021).

Dari total 26 orang itu, ada satu ibu yang meninggal dunia saat proses persalinan. Sementara, 25 orang meninggal dunia pada masa kehamilan serta nifas. “Kalau kondisi nifas, [ibu meninggal dunia] tidak sama bayinya,” jelas dia.

Tuti mengatakan kebanyakan kasus ibu hamil meninggal dunia karena Covid-19 diawali dari kondisi bayi di dalam kandungan yang meninggal dunia terlebih dahulu. “Kebanyakan ibu meninggal diawali dari saturasi menurun,” ungkap dia.

Saat puncak kasus Covid-19 pada Juli lalu, ada kasus ibu hamil yang meninggal dunia ketika menjalani isolasi mandiri di rumah. "Memang ada yang meninggal di rumah ketika kasus tinggi beberapa waktu lalu. Kondisi rumah sakit penuh, tidak bisa mendapatkan rujukan akhirnya meninggal dunia. Tetapi sebagian besar meninggal dunia di rumah sakit," tutur dia.

Terkait dengan angka kasus ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19, Tuti mengatakan ada tren penurunan seiring melandainya kasus Covid-19 di Klaten. Pada Juli 2021, jumlah ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 159 orang, dan Agustus 2021 ada 27 ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini kebanyakan ibu hamil positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit.

Tuti mengatakan ada proses screening bagi ibu hamil untuk memastikan kondisi kesehatan mereka dari Covid-19. Ketika masa kehamilan memasuki usia 37 pekan, ibu hamil melakukan rapid test antigen. Ketika terkonfirmasi positif Covid-19, petugas medis bisa segera melakukan tindakan perawatan. “Ketika kondisi ibu hamil positif Covid-19 itu bergejala, kami akan rujuk ke rumah sakit. Kami juga buatkan tindakan terencana [bagi ibu hamil positif Covid-19 yang mendekati hari perkiraan lahir]. Apakah proses persalinan dilakukan secara caesar atau tidak,” ungkap dia.

Selain itu, di tempat isolasi terpusat Hotel Edotel serta Rumah Retret Panti Semedi disediakan ruang untuk isolasi ibu hamil dan ibu menyusui terkonfirmasi positif Covid-19.  Di Hotel Edotel saat ini ada satu ibu hamil serta dua ibu menyusui menjalani isolasi. Di Rumah Retret Panti Semedi ada dua ibu menyusui yang menjalani isolasi. “Di tempat isolasi terpusat Edotel ada pos operasi caesar. Ada juga tenaga medis seperti bidan, dokter, dan perawat. Penanganan ibu hamil yang menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat juga ada pemeriksaan denyut untuk janin,” kata dia.

Terkait ibu hamil yang masih menjalani isolasi mandiri di rumah, Tuti menuturkan proses pengawasan ketat tetap dilakukan. Pengawasan dilakukan melalui bidan desa.

Di sisi lain, vaksinasi kepada ibu hamil digencarkan. Di Klaten, sekitar 4.000 ibu hamil yang terdata bisa menerima vaksinasi. Salah satu syarat yakni usia kehamilan antara 14 pekan hingga 33 pekan. “Untuk sasaran pertama ada 2.000 ibu hamil yang menerima vaksinasi,” kata Tuti.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan vaksinasi ibu hamil digencarkan mulai Kamis (19/8/2021). “Rencananya untuk pencanangan dilakukan besok di wilayah Klaten Tengah. Ini akan dilakukan serentak se-Klaten,” kata Ronny.

Sumber : JIBI/Solopos