Kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah Jadi Perhatian Pemerintah

Anggota polisi memeriksa kendaraan yang akan melintas di lokasi penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di Dumai, Riau, Sabtu (14/8/2021). Penyekatan PPKM Level IV di Dumai berlaku hingga 23 Agustus 2021 untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 di daerah tersebut yang jumlah kasus harian sebanyak 64 orang dan jumlah kematian sebanyak 20 orang per minggu. ANTARA FOTO - Aswaddy Hamid
14 Agustus 2021 17:27 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tambahan kasus aktif Covid-19 mingguan yang terkonfirmasi di Pulau Sulawesi mulai menurun.

Dikutip dari keterangan tertulis Airlangga, Sabtu (14/8/2021), bahwa  kasus aktif di Provinsi Sulawesi Tenggara menurun (-146 kasus), Sulawesi Selatan (-692 kasus), Gorontalo (0 kasus). Namun, di tiga provinsi lainnya yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Utara mengalami penambahan masing-masing 6 dan 11 kasus.

Sementara itu, Provinsi Sulawesi Tengah menjadi perhatian akibat penambahan kasus hingga 1.826 kasus.

Selain itu, untuk tingkat keterisian rumah sakit (bed occupancy rate/ BOR), ada dua provinsi yang memiliki BOR di atas  70 persen yakni Gorontalo dan Sulawesi Tengah yang masing-masing 71 persen.

Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara memiliki tingkat BOR yang rendah yakni di bawah 50 persen yaitu masing-masing 36 persen dan 43 persen. Kemudian, Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara memiliki BOR masing-masing 55 persen dan 59 persen.

“Untuk menekan BOR, konversi tempat tidur di rumah sakit menjadi tempat tidur Covid-19 sebesar 40 persen.

Baca juga: Baru 15 Kalurahan di Sleman Ajukan Danais untuk Penanganan Covid-

harus terus dilakukan, sesuai pengaturan yang ditetapkan menteri kesehatan” ucap Airlangga.

Vaksinasi

Lebih lanjut, hingga 13 Agustus 2021, capaian vaksinasi terus dipercepat. Provinsi Sulawesi Utara menjadi yang tertinggi yaitu 35,93 persen dari target sudah divaksinasi.

Selanjutnya, Provinsi Sulawesi Selatan (21,25 persen), Gorontalo (20,56 persen), Sulawesi Tenggara (16,91 persen), Sulawesi Barat (15,93 persen), dan Sulawesi Tengah (14,43 persen).

“Untuk beberapa daerah yang belum memiliki tempat isolasi diminta segera menyiapkan fasilitas isolasi terpusat (isoter) serta meminta kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah agar mau pindah ke Isoter dengan layanan kesehatan yang lebih memadai," kata Airlangga.

Dia juga meminta kepala daerah untuk memastikan seluruh rumah sakit mengisi laporan harian oksigen melalui SIRS Online dan mengkoordinasikan kebutuhan oksigen dengan Kementerian Kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, beberapa gubernur, bupati dan wali kota menyampaikan beberapa permasalahan utama di lapangan, antara lain kebutuhan oksigen medis, perlunya segera suplai vaksin untuk percepatan vaksinasi, dan dukungan test-kit dan PCR untuk mendorong peningkatan testing, serta fasilitas isolasi terpusat menggunakan kapal Pelni di Makassar dan di Bitung.

“Ketersediaan oksigen terus kita pantau dari pusat dan langsung ditindaklanjuti untuk wilayah yang

membutuhkan. Sangat penting untuk mengajak masyarakat memanfaatkan isolasi terpusat guna

mengurangi risiko isolasi mandiri di rumah, dan pentingnya mempercepat suplai vaksin, sehingga rencana ketersedian Vaksin sebanyak 2,48 Juta Dosis di Agustus ini dapat terpenuhi” ucap Airlangga.

Sumber : bisnis.com