Advertisement

Dilanda Kisruh Politik & Pandemi, Populasi Hong Kong Susut 89.000 dalam Setahun

Amanda Kusumawardhani
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 22:07 WIB
Budi Cahyana
Dilanda Kisruh Politik & Pandemi, Populasi Hong Kong Susut 89.000 dalam Setahun Pemandangan Pelabuhan Victoria di Hong Kong terlihat dari The Peak, foto file Agustus 2017. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Populasi Hong Kong menyusut dengan rekor tercepat selama 12 bulan terakhir seiring dengan pandemi Covid-19 dan berlakunya Undang-Undang Keamanan Nasional.

Warga negara Hong Kong yang memilih keluar tercatat mencapai 89.200 selama setahun yang berakhir pada Juni lalu. Alhasil, populasi kota ini menyusut menjadi 7,39 juta berdasarkan data pemerintah.

Angka ini menunjukkan penurunan populasi sebesar 1,2 persen, level penurunan terbesar sejak 6 dekade.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Pertimbangan atas UU Keamanan Nasional memainkan peranan penting yang memicu warga Hong Kong bermigrasi ke luar negeri, terutama keluarga muda dan ekspatriat,” kata Ketua Ekonom Oxford Economics di Hong Kong Tommy Wu, dikutip dari Bloomberg, Jumat (13/8/2021).

Hong Kong sebelumnya tercatat mengalami 2 kali penurunan populasi secara massif sejak 1961. Keduanya diakibatkan oleh kerusuhan politik dan wabah, termasuk ketika populasi menyusut 0,2 persen di tengah merebaknya SARS dan protes terkait UU Keamanan Nasional selama 2002-2003.

Penurunan populasi terakhir juga tergolong cukup dalam di tengah resesi akibat pandemi Covid-19 dan kerusuhan politik yang mencuat pada 2019.

Sejumlah warga Hong Kong yang memiliki paspor luar negeri atau koneksi ke luar negeri terpantau melakukan relokasi, khususnya ke Inggris karena negara tersebut menawarkan kewarganegaraan sementara untuk pemegang paspor British National.

Pada kuartal I/2021, Inggris menerima lebih dari 34.000 pengajuan aplikasi dan mengabulkan sekitar 7.200 aplikasi.

Ketika dikonfirmasi, perwakilan pemerintah mengatakan penurunan populasi tersebut sebagai pergerakan net yang menggambarkan masuk dan keluarnya penduduk Hong Kong dengan beragam tujuan termasuk bekerja dan belajar. Konsep itu pun diklaim berbeda dengan imigrasi dan emigrasi.  

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogja
| Minggu, 25 September 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement