Diserang Rusia, Ukraina Punya Cara Rayakan Kemerdekaannya Hari Ini
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Dokumentasi - Seorang pria mengendarai sepeda membawa anak-anak melewati sebuah jalan di tengah mewabahnya virus Corona (COVID-19), di Hanoi, Vietnam, Senin (27/7/2020)./Antara/Reuters-Kham
Harianjogja.com, JAKARTA - Anak-anak yang lahir selama pandemi Virus Corona penyebab Covid-19 secara signifikan memiliki kinerja verbal, motorik, dan kognitif keseluruhan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang lahir sebelum pandemi, menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS).
Beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting untuk perkembangan kognitif mereka. Tetapi dengan Covid-19 yang memicu penutupan bisnis, pembibitan, sekolah, dan taman bermain, kehidupan bayi berubah secara signifikan.
BACA JUGA : Corona di Jogja Hari ini Meledak! Rekor Tertinggi selama
orangtua stres dan tegang ketika mereka mencoba menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan anak.
Dengan stimulasi terbatas di rumah dan lebih sedikit interaksi dengan dunia luar, anak-anak era pandemi tampaknya mendapat skor yang sangat rendah pada tes yang dirancang untuk menilai perkembangan kognitif, kata penulis utama studi Sean Deoni, profesor pediatri di Brown University seperti dikutip TheGuardian.com, Jumat (13/8/2021)
Pada dekade sebelum pandemi, skor IQ rata-rata pada tes standar untuk anak-anak berusia antara tiga bulan dan tiga tahun berkisar sekitar 100, tetapi untuk anak-anak yang lahir selama pandemi, angka itu turun menjadi 78, menurut analisis tersebut.
Sampel Penelitian
Penelitian tersebut melibatkan 672 anak dari negara bagian Rhode Island. Dari jumlah tersebut, 188 orang lahir setelah Juli 2020 dan 308 orang lahir sebelum Januari 2019, sementara 176 orang lahir antara Januari 2019 dan Maret 2020.
Anak-anak yang termasuk dalam penelitian ini lahir cukup bulan, tidak memiliki cacat perkembangan dan sebagian besar berkulit putih.
Peneliti juga menemukan bahwa mereka (responden) dalam penelitian berlatar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah, bernasib lebih buruk dalam tes.
Alasan terbesar di balik penurunan skor kemungkinan adalah kurangnya stimulasi dan interaksi di rumah, kata Deoni.
BACA JUGA : Di tengah Pandemi Covid-19, Angka Kematian di Bantul
Orangtua stres dan lelah dan interaksi yang biasanya didapat anak telah menurun secara substansial, katanya.
Apakah skor kognitif yang lebih rendah ini akan memiliki dampak jangka panjang tidak jelas. Dalam beberapa tahun pertama kehidupan fondasi untuk kognisi terbentuk seperti membangun rumah.
Lebih mudah untuk menambahkan ruangan atau berkembang saat Anda telah membangun fondasi, kata Deoni.
Kemampuan untuk mengoreksi arah menjadi lebih kecil kalau anak semakin tua.
Mengingat data ini berasal dari negara bagian AS yang relatif makmur dengan dukungan sosial dan tunjangan pengangguran berlimpah, dikhawatirkan bahwa keadaan bisa lebih buruk di bagian negara dan dunia yang lebih miskin, tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.