Survei: Kepuasan Publik terhadap Jokowi-Ma'ruf Turun

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020). Ratas tersebut membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2021 dan rencana kerja pemerintah tahun 2021. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
12 Agustus 2021 15:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Lembaga survei Charta Politika Indonesia menyurvei tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Survei ini dilakukan antara 12-20 Juli 2021 dengan melibatkan 1.200 responden melalui tatap muka. Penelitian ini memiliki margin error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan hingga 95 persen.

Berdasarkan survei tersebut, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menyampaikan bahwa 62,4 persen responden mengaku puas dengan kinerja pemerintah. Sedangkan, 34,1 memilih tidak puas dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

“Ada tren kecenderungan stabil walaupun ada sedikit tren penurunan. Pada Juli 2020 sempat 67,2 persen. Tapi ada tren ketidakpuasan meninggi dalam tiga survei terakhir,” kata Yunarto saat konferensi pers virtual, Kamis (12/8/2021).

Dia menyebut tren ketidakpuasan disebabkan oleh isu yang tengah hangat di Indonesia. Sejumlah isu yang menjadi bahasan publik adalah penanganan pandemi Covid-19, harga kebutuhan pokok dan persoalan kesulitan mencari lapangan kerja.

“Saya bisa saja berhipotesa angka ketidakpuasan tadi disebabkan oleh angka ketidakpuasan dari penanganan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Selain itu para responden juga ditanyai soal ekonomi di Indonesia. Hasilnya, 31,7 persen menganggap sangat baik dan baik, 65,9 persen merasa buruk dan sangat buruk serta sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Meski begitu, 60,5 persen pemberi respon merasa cukup optimis dalam menghadapi situasi ekonomi Indonesia. Sisanya 29 persen menyebut tidak optimis serta 10,5 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Sumber : JIBI/Bisnis.com