Asteroid Bennu Diprediksi Tabrak Bumi, Kapan?

Asteroid Bennu - NASA
12 Agustus 2021 14:07 WIB Ayyubi Kholid Saifullah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - NASA melacak bahwa asteroid berukuran besar bernama Bennu sedang bergerak meluncur dengan garis edar yang dekat dengan Bumi.

Para Ilmuwan fokus pada pergerakan dari asteroid tersebut, karena ada kemungkinan Bennu akan menabrak Bumi dalam waktu dekat.

Ukurannya yang besar, mirip dengan tumpukan puing yang berbentuk seperti gasing berputar dengan diamter 492 m. lebih besar dari bangunan Empire State di Amerika dan Menara Eiffel di Perancis, menarik perhatian para Ilmuwan untuk meneliti ancamannya terhadap Bumi.

Menurut perhitungan dari lintasan asteroid yang pernah dibuat, peluang tabrakan akan ditimbulkan oleh asteroid ini adalah 1 banding 1.750 atau antara sekarang dan tahun 2300. sedikit lebih buruk dari yang diperkirakan oleh NASA.

Para peneliti telah menerbitkan prediksi mereka di jurnal Icarus, dan mereka mengatakan asteroid itu akan mendekati Bumi pada tahun 2135. Bennu tidak akan menimbulkan bahaya pada saat itu, tetapi gravitasi Bumi akan mengubah jalur asteroid itu mengelilingi matahari dan mempengaruhi kemungkinannya.

Jika asteroid sebesar ini benar-benar menabrak Bumi, ini bisa membuat kawah selebar 6 mil, dan area kehancurannya akan mencapai 100 kali lebih besar. Kat Lindley Jhonson, petugas pertahanan planet di Kantor Koordinasi Pertahanan Planet NASA di markas besar NASA di Washington menjelaskan.

Tanggal paling signifikan dalam hal dampak potensial adalah 24 September 2182, dengan probabilitas dampak 1 bandingĀ  2.700 pada hari itu.

Sejak ditemukan pada tahun 1999, teleskop telah mengawasinya. NASA menganggap Bennu dan asteroid lain yang disebut 1950 DA sebagai dua asteroid paling berbahaya yang diketahui di tata surya kita. Namun, itu bukanlah hal yang besar, dari kemungkinan yang ada, para peneliti tidak menemukan alasan yang khusus untuk khawatir karena masih memiliki waktu untuk mempelajarinya.

"Kami punya waktu untuk terus melacak asteroid dan akhirnya sampai pada jawaban akhir." demikian penjelasan NASA.

"Kemungkinan dampak naik sedikit, tapi itu bukan perubahan yang signifikan," kata Davide Farnocchia di Pusat Studi Objek Dekat Bumi di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan.

Pada tahun 2016, NASA meluncurkan misi OSIRIS-REx untuk mengumpulkan sampel batuan Bennu dan mempelajari lebih lanjut tentang ukuran, bentuk, dan komposisi asteroid. Pesawat ruang angkasa itu tiba di Bennu pada tahun 2018 dan menghabiskan dua tahun terbang disekitarnya untuk mempelajari sebelum mengambil sampel puing-puing asteroid dan pulang.

Untuk memprediksi jalur masa depannya, tim mempertimbangkan berbagai efek kecil, termasuk dampak sinar matahari pada Bennu, tarikan gravitasi kecil lebih dari 300 asteroid lainnya, dan hambatan yang disebabkan oleh debu antarplanet.

Misi OSIRIS-REx telah memberikan data yang sangat akurat tentang posisi dan gerakan Bennu melalui ruang angkasa ke tingkat yang belum pernah ditangkap sebelumnya oleh asteroid mana pun, kata Lindley Jhonson.

Sekarang peneliti sudah tahu banyak mengenai Bennu, tapi bagaimana dengan apa lagi yang akan terjadi di luar sana?

Pada bulan November, NASA akan meluncurkan misi pertama yang dirancang untuk menabrak batu ruang angkasa dan mengubah lintasannya dengan pesawat ruang angkasa, dalam rangka membelokan asteroid yang berbahaya jika diperlukan.

Ketika kapsul itu kembali ke Bumi pada September 2023, para ilmuwan akhirnya dapat melihat apa yang mereka dapatkan. Mereka ingin mempelajari lebih lanjut tentang komposisi asteroid, bukan hanya karena berpotensi menjadi ancaman, tetapi juga karena batuan luar angkasa ini murni peninggalan dari pembentukan planet-planet di tata surya miliaran tahun yang lalu.

Sumber : bisnis.com